Teknik Photografi Darwis Triadi

Ilustrasi teknik photografi 

Siapa yang tidak mengenal Darwis Triadi, sebelum menjadi seorang fotografer yang handal sejarah hidupnya tidak disangka, dia adalah seorang pilot, namun ia merasa apa yang dicarinya bukanlah berada di udara, tetapi jiwa senilah yang ada dalam dirinya. Orang tuanya sempat khawatir pada profesinya sehingga ia mengubah profesinya menjadi seorang fotografer, Ia memang sangat handal, teknik photografi berbeda dengan yang lainnya.

Saat dahulu fotografi bukanlah menjadi sebuah profesi, fotografer pada masa itu tidak mau membuka diri, dan tidak mau memberi tahu bagaimana cara mendapat foto yang bagus. Pertama kali Darwis Triadi dibayar Rp.50.000,-. Ia ingin mengubah dunia fotografi menjadi terbuka, ia terus berjuang untuk impiannya tersebut, ia terus mempelajari bagaimana cara mendapat foto dengan hasil yang bagus.

Saat para fotografer mengambil foto pemandangan, Darwis triadi berbeda ia memakai beberapa model untuk jepretan-jepretannya, semua orang terkejut apa yang ia hasilkan sangat menarik. Namun, ia malah mendapat hinaan dan mengatakan bahwa Darwis Triadi harusnya diberitahu bagaimana foto itu. Namun ia tidak memerdulikan semua hinaan itu, ia terus belajar dan belajar mengenai fotografi.

Teknik fotografi yang dihasilkan membuahkan hasil ada banyak produk ternama memakai jasanya untuk menghasilkan foto yang indah. Banyak artis ternama yang sudah merasakan hasil jasanya. Artis ternama diantaranya Sophia latjuba, Yuni Shara, Karenina, Luna Maya, Krisdayanti, Tamara Blezynski, dan masih banyak artis lainnya. Untuk melihat hasil jepretan fotonya dapat diakses pada blog: blog-senirupa.blogspot.com, selain itu Darwis Triadi pernah membuat buku dan mendirikan sekolah fotografi di jakarta, Surabaya, dan Banjarmasin.

Semua perjuangan Darwis Triadi benar-benar terlihat hasilnya sekarang, dia sudah dikenal sebagai ahli fotografi. Apalagi zaman sekarang, fotografi sudah dapat dijadikan profesi. Untuk melihat website resmi milik Darwis Triadi, yaitu www.adarwistriadi.com, pada websitenya dapat dilihat pada gallery hasil foto para model dan artis, dan bukan saja hanya itu, ada bagian fine art dan commercial and corporate yang tidak kalah menarik untuk dilihat mata. Warna-warna yang cemerlang dan enak dipandang mata, memang membuat kita harus mengakui bahwa hasil foto seorang Darwis Triadi sangat menarik. Pada highlight dapat disaksikan video Darwis Triadi dalam pengambilan foto pada modelnya. Ada juga beberapa koleksi buku yang dapat kita cari jika kita berminat.

Dalam teknik photografi Darwis lebih mengandalkan lighting daripada digital imaging. Seorang fotografer menurutnya harus mengetahui teknik foto, komposisi, dan strategi pengambilan gambar. Biasanya dalam pengambilan gambar Darwis Triadi mengambil peran besar dalam menentukan bagaimana dia mengambil gambar. Ide harus dimiliki seorang fotografer, tidak harus selalu sesuai dengan konsep, jika suasana yang harus ditambah atau diganti seorang fotografer memang harus mengerti dan kreatif.

Seorang Art director hanya digunakan Darwis Triadi sebelum memulai pemotretan seperti make up, kostum, dan stylist, dan untuk foto Darwis Triadi sepenuhnya yang menentukan. Terkadang ada cahaya matahari yang masuk ke celah-celah, dan itu harus diwaspadai.

Menurutnya, seorang fotografer tidak hanya berbakat saat melakukan pemotretan , namun harus memiliki logika. Darwis Triadi yang memiliki sekolah mengenai fotografi, baginya sekolah yang dia dirikan bukan untuk tren semata, namun dia ingin membagikan ilmunya. Menurutnya belajar fotografi tidaklah sulit asalkan dia mau belajar dan memahami dalam mempelajarinya.

Dalam sekolah yang dibukanya, teknik photografi dibagi dalam tiga tahapan, basicintermediate, advance. Pada tahap basic, para muridnya diajarkan kamera, pencahayaan dan sudut pemotretan. Untuk tahapan intermediate, sudah masuk studio dan mulai mempraktekan menjadi seorang fotografer profesional. Untuk tahapan advance, mereka belajar lebih detail dan bebas menentukan jenis bidang apa yang mereka sukai, ada pilihannya seperti iklan, travelling, dan produk.

Modal untuk sekolah di sekolahnya adalah keinginan untuk belajar dan memiliki kamera merek apapun. Berbeda dengan sekolah lainnya, muridnya tidak harus mengikuti setiap tahapan, semua diserahkan kepada muridnya, apakah dia mau di basic, atau langsung ke intermediate, asalkan mau belajar semua dapat dipelajari. Di Darwis Triadi School ini usia tidak dibatasi, asalkan mau belajar dipersilahkan. Setiap kelas dibatasi 25 peserta, selain itu disediakan model. Saat ini Darwis Triadi School sudah memiliki 6000 murid. Darwis Triadi juga mengemukakan, yang utama bukan bagaimana mendalami tekniknya saja, namun Darwis Triadi lebih mengedepankan logika dan rasa pada obyek yang akan difoto.

Menurut pengalamannya, ada orang yang tidak terlalu pandai dalam teknik, namun dapat menghasilkan foto yang bagus, itu dikarenakan memiliki rasa yang bagus. Menurutnya lagi, rahasia agar hasil pemotretan bagus, sang fotografer harus mendalami karakter obyek yang difoto dan teknik pencahayaan juga harus diperdalam. Darwis triadi lebih senang jika langsung praktek daripada kebanyakan teori yang diberikan.

Darwis triadi memberikan beberapa pandangannya mengenai fotografer. Baginya seorang fotografer haruslah memiliki kedewasaan. Dalam dunia fotografi seharusnya kita menghargai fotografer yang lain, tidak perlu saling iri jika foto yang kita hasilkan tidak lebih bagus daripada fotografer lainnya. Pujianpun yang kita berikan kepada fotografer seharusnya tulus ikhlas, jangan hanya menjadi pujian di depan, namun di belakang penuh rasa kesal karena fotonya tidak begitu menarik dibandingkan fotografer lain.

Rasa seperti ini penting, sesama orang yang berada di dunia fotografi, seharusnya saling melengkapi, bukan saling menghina. Antara senior dan junior juga harus memiliki satu rasa saling melengkapi. Tidak perlulah saling mencibir hasil karya orang lain. Sebuah karya tidak dinilai dari berapa usianya. Setiap orang pasti memiliki kelebihan dan kekurangan, maka itu saling menyempurnakan dalam sebuah karya tentunya sangat menarik.

Menjadi fotografer juga harus dapat bergaul dengan masyarakat mana saja, dari situ kita memiliki rasa yang baik. Tidak perlu membawa identitas kita sebagai fotografer, tetapi berperilaku seperti orang biasa saja. Seorang fotografer tentunya harus menjadi dirinya sendiri, ciri khas dalam dunia seni memang yang utama, memiliki gayanya sendiri adalah modal yang bagus untuk maju dalam dunia seni manapun dan dunia fotografer.

Menurut Darwis Triadi lagi, dalam menilai hasil karya orang lain harus berpikir dahulu. Apakah komentar kita memang pantas disebutkan, kita juga harus melihat karya kita apa benar kita jauh lebih baik daripada orang lain. Kita harus mulai menghargai hasil karya orang lain, dengan begitu akan ada rasa kebersamaan dalam karya fotografi kita.

Dunia fotografi juga tidak melulu membicarakan masalah profesi semata, namun fotografi adalah sebuah pertanggungjawaban dalam hasil karya kita. Janganlah kita saling mencibir antara fotografer dan satu profesi, karena tujuan kita sebenarnya sama, yaitu mengembangkan fotografi terutama di Indonesia.

Dunia fotografi yang bisa go international akan menjadi prestasi gemilang dan membawa nama baik Indonesia, rasa di dalam jiwa memang harus lebih luas, dan harus mengerti apa tujuan dalam profesi ini, ketika kita sudah menyukai, sukailah apa yang kita buat dan hasil karya orang lain dapat menjadi pedoman dan tambahan pada karya kita, apa lagi yang kita tunggu, berkarya dan terus berkarya.

Speak Your Mind

*