Teladan Dari Kisah Kisah 25 Nabi

Kisah kisah 25 nabi dan rasul diungkapkan dalam Al-Quran terkait dengan tujuan agama untuk menyerukan umatnya mengikuti ajaran-ajaran Allah, dengan kata lain berdakwah untuk menyampaikan wahyu dan risalah serta penjelasan bahwa semua agama bersumber dari Allah. Mengapa umat Islam harus tahu tentang kisah-kisah nabi-nabinya? Saat ketaqwaan seorang hamba diuji, ia mencari berbagai pembenaran untuk menolak kuasa terhadap dirinya. Ia ingin mengikuti hawa nafsunya. Ia seolah ingin mengatur hidupnya agar sesuai dengan kehendaknya. Namun, saat ia sadar bahwa hidupnya diatur oleh Yang Maha Mengatur.

Satu Kesadaran

Lewat kisah-kisah 25 nabi, manusia yang beriman akan   sadar bahwa manusia sebelum dirinya mungkin mengalami kehidupan yang lebih berat darinya sehingga ia pun bersyukur dan semangat lagi menjalani apa yang telah digariskan kepadanya. Para nabi itu adalah manusia pilihan yang dikehendaki menjadi contoh bagaimana cara beribadah dan memasrahkan diri kepada Tuhannya. Allah Swt itu mempunyai hak untuk disembah. Allah Swt telah memberikan semua alam dan isinya kepada manusia untuk dimanfaatkan sebesar-besarnya demi kepentingan beribadah.

Namun, manusia yang mempunyai nafsu ini terkadang bersikap melampaui batas dan mulai merasa dirinya paling tinggi dan paling berkuasa sehingga menginginkan manusia lain yang menyembah dirinya. Para nabi dan rasul itu diutus untuk menyadarkan manusia-manusia sombong seperti ini. Yang terjadi memang menjadi satu pelajaran yang sangat luar biasa. Pada saat para nabi dan rasul itu hidup, mereka tidak mempunyai teknologi canggih. Mereka harus melintasi alam yang begitu ganas dengan berbagai bentuk manusia yang juga tidak kalah kejamnya dengan binatang.

Ketabahan dan kerelaan para nabi dan rasul itu menjalani apa yang diperintahkan oleh Sang Pencipta, membuat perjuangan itu patut dipelajari. Dengan mengetahui apa yang telah dilakukan oleh para nabi dan para rasul itu, manusia bisa menyadari bahwa tidak mudah meraih surga. Tantangan yang dihadapi belum seberapa dibandingkan apa yang telah dihadapi oleh orang-orang beriman pada masa sebelum Nabi Muhammad saw, nabi akhir zaman. Nabi Zakaria mati terbunuh oleh umatnya. Nabi Yusuf terbuang hingga jauh dari keluarganya. Nabi Yunus dimakan oleh ikan paus sebelum akhirnya kembali ke umatnya.

Nabi Ibrahim rela tidak mendapatkan anak pada masa mudanya. Nabi yang dikenal dengan ketabahan dan kesabarannya ini tidak pernah putus diuji keimanannya. Pada saat masih muda, Beliau dibakar ketika menentang penguasa yang mengaku sebagai Tuhan. Setelah mendapatkan anak, Beliau diuji untuk menyembelih anaknya. Begitu banyak pelajaran yang bisa dipetik dari kisah perjalanan Nabi Inbrahim.

Satu Agama

Dari masa Nabi Adam hingga Nabi Muhammad saw, umatnya adalah umat yang satu. Pada hakikatnya agama yang diturunkan kepada semua nabi adalah agama yang menyerahkan hati dan pikirannya hanya kepada Allah Swt. Nabi dan rasul memiliki cara yang berbeda dalam menyampaikan tugasnya, tapi mereka semua mempunyai  tujuan yang sama yaitu menyampaikan bahwa tiada tuhan selain Allah dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Rintangan yang dihadapi tidak sedikit. Ada nabi yang harus melawan umatnya yang mencintai sesama jenis.

Umat Nabi Luth ini membangkang dengan pembangkangan yang luar biasa sehingga Allah Swt membinasakan mereka dan mengganti mereka dengan umat yang lebih baik dari umat yang terdahulu. Nabi Nuh bahkan harus merelakan anak dan istrinya ketika mereka tidak mau diajak menuju kebaikan bersama. Kesombongan sang anak dan sang istri membuat hati Nabi Nuh tersayat. Tetapi keimanan memang tidak bisa dipaksakan dan apalagi diturunkan. Keimanan itu harus diraih dan diperjuangkan. Menjadi baik adalah perjuangan yang tidak mudah.

Umat Rasulullah adalah umat yang paling mendapatkan perhatian lebih. Umat akhir zaman ini adalah umat yang diistimewakan. Betapa umat akhir zaman ini tetap mencintai Rasulullah walaupun mereka tidak melihat Nabi nan agung tersebut secara kasat mata. Mereka tetap mencintai dan menyayangi Rasulullah dan berusaha menjalankan perintah Allah Swt sesuai dengan apa yang telah digariskan dan diajarkan oleh Rasulullah. Walaupun nantinya umat Islam ini akan terbagi menjadi 73 golongan, hanya golongan yang tetap menjalankan ajaran Rasulullah yang sebenarnyalah yang akan masuk surga.

Ada banyak teladan yang bisa kita ambil dari kisah kisah 25 Nabi dan Rasul,  diantaranya ketakwaan juga kesabaran dalam menghadapi berbagai cobaan dan ujian. Masing-masing Nabi dan Rasul dalam mendapatkan ujian berbeda beda sesuai dengan kedudukannya disisi Allah SWT.

Diantara Kisah 25 Nabi dan Rasul

Kisah Nabi Ibrahim As.
Nabi Ibrahim seorang nabi yang diuji oleh Allah diatas batas kemampuan manusia biasa, karena keistimewaannya ini beliau mendapatkan tempat kedudukan khusus disisi  Nya. Allah menjadikan nabi Ibrahim sebagai imam bagi manusia dan menjadikan keturunannya sebagai  nabi nabi  Allah.

Ayahnya adalah pembuat patung yang dijadikan tuhan. Dimasa usianya yang masih belia Nabi  Ibrahim mencari-cari siapakah sebenarnya yang  pantas dijadikan tuhan,  apakah bintang, bulan, atau matahari. Hatinya selalu bergolak menyaksikan orang-orang disekitarnya menyembah patung, hingga suatu hari Ibrahim menghancurkan semua patung-patung itu dengan kapak yang sangat tajam.
Tindakannya mengundang amarah bapaknya dan masyarakat setempat hingga Ibrahim ditangkap dan dibakar hidup-hidup, Tetapi Allah memberikan mukjizat kepadanya dan menyuruh api menjadi dingin, (QS. Al-Anbiya; 60) sehingga api itu tidak membakar nabi Ibrahim.

Kisah Nabi Ayub As.
Diterangkan oleh Allah bahwa nabi Ayub As. adalah sosok manusia paling sabar dan menjadi simbol keteladanan dan cermin kesabaran, Karena seorang yang selalu kembali kepada Allah SWT dengan zikir, syukur, dan sabar. Nabi Ayub memiliki kekayaan dan kemuliaan yang demikian besar, namun Allah menguji dengan mengambil  kekayaan yang dimilikinya sehingga dari puncak kekayaan menjadi kemiskinan. Namun beliau berkata “Musibah ini datang dari Allah, semua yang datang dari Nya akan kembali kepada Nya. Aku ikhlas dengan semua keputusan Allah.”

Namun ujian kembali, yaitu dengan terbunuhnya anak anaknya, tetapi dia tetap menyeru kepada Tuhan Nya, “Allah memberi dan Allah juga yang mengambil. Maka bagi Nya pujian, saat Dia memberi dan mengambil, saat ridho dan murka, saat Dia mendatangkan kebaikan  juga keburukan”. Setelah ujian demi ujian, lalu datang kembali ujian, yaitu penyakit yang sangat dahsyat di seluruh badannya. Namun beliau tetap bersyukur dan memuji Allah atas nikmat kesehatan yang telah diterima sebelum sakit.

Dikisahkan bahwa karena penyakitnya ini semua keluarga dan sahabat meninggalkannya kecuali isterinya. Namun isterinya pun akhirnya tidak bisa bersabar dan meninggalkan nabi Ayub sendiri. Dalam kesendirian dan penderitaan beliau tetap bersabar dan berdo’a meminta kesembuhan kepada Allah.  Dan akhirnya doanya dikabulkan oleh Allah, selain disembuhkan dari penyakitnya, dikembalikan pula kekayaan dan kemuliaan serta keluarganya oleh Allah SWT.

Kisah Nabi Yunus As.
Nabi Yunus As. selalu mengajak kaumnya untuk beriman kepada Allah, namun tak satupun diantara mereka yang mau beriman. Hingga suatu hari beliau dilanda keputusasaan dan kemudian pergi meninggalkan kaumnya dengan keadaan marah. Allah menceritakan kisah ini dalam Qur’an surah Al-Anbiya ayat 87. Beliau pergi ke tepi laut dan menaiki sebuah perahu. Nahkoda perahu menatap nabi Yunus seolah dia mengerti apa yang terjadi.

Setelah diatas perahu, nabi Yunus beristirahat dikamarnya. Saat ditengah laut, tiba tiba angin bertiup sangat kencang dan menimbulkan ombak yang bergulung tinggi membuat perahu menjadi terombang ambing dengat dasyatnya. Kebiasaan awak perahu jaman dulu jika ada ombak dan angin besar datang, beban yang ada diperahu harus dikurangi untuk dibuang ke laut dengan cara melakukan undian. Maka dilakukanlah undian, dan yang namanya keluar dia lah yang dibuang ke laut.

Undian dilakukan sampai 3 kali, dan  yang keluar namanya selalu nabi Yunus hingga dibuanglah beliau ke laut. Saat itu ada seekor ikan paus, lalu langsung menelan nabi Yunus As. Nabi Yunus mengira dirinya telah mati, tapi ternyata tetap hidup dan berada dalam perut ikan paus. Tak henti-hentinya beliau memohon ampun dan bertasbih kepada Allah sambil menangis. Melihat ketulusan taubat Nabi Yunus, Allah memerintahkan ikan paus untuk mengeluarkan nabi Yunus, dan selamatlah dia. Lalu beliau kembali kepada umatnya.

Speak Your Mind

*