Teori Musik

Bagi yang ingin menekuni dunia musik, tentunya harus mengenal teori musik terlebih dahulu. Teori musik adalah cabang ilmu yang memaparkan dan menjelaskan unsur-unsur dalam musik. Teori musik ini meliputi penerapan dan pengembangan metode untuk menganalisis atau pun menyusun musik. Cabang ilmu ini pun menjabarkan hubungan antara notasi musik dan pembawaan musik.

Nah, artikel ini akan mengulas seputar teori musik. Apa saja yang dibahas dalam teori musik ini? Untuk lebih jelasnya, berikut ini ulasan lengkapnya.

Mengenal Teori Musik

Kemampuan musikal seorang pemusik tentu lah akan lebih terasah jika ditambah dengan berbagai pengetahuan seputar teori dasar dalam bermusik. Teori dasar musik adalah sarana untuk mempermudah seseorang bermain musik. Hal-hal yang dijelaskan dalam teori dasar musik ini di antaranya adalah nada, suara, ritme, melodi, harmoni, dan teori mencipta lagu. Berikut ini ulasan lengkapnya.

1. Suara

Teori dasar musik memaparkan bagaimana suara dituliskan atau dinotasikan dan bagaimana suara tersebut dapat ditangkap ke dalam benak pendengarnya. Dalam bidang musik, biasanya gelombang suara dibahas tidak berdasarkan panjang gelombang atau periodenya, tetapi berdasarkan frekuensinya. Nah, biasanya, aspek-aspek dasar suara musik dijelaskan dalam tala atau tinggi nada, durasi (berapa lama suara tercipta), intensitas, dan timbre (warna bunyi).

2. Nada

Nada dapat diartikan sebagai bunyi yang beraturan, yaitu mempunyai frekuensi tunggal tertentu. Dalam teori bermusik, setiap nada mempunyai tinggi nada atau tala tertentu berdasarkan frekuensinya maupun berdasarkan jarak relatif tinggi nada terhadap tinggi nada patokan.

Perbedaan tinggi nada antara dua nada biasa disebut dengan interval.
Selain itu, nada bisa diatur di dalam tangga nada yang berbeda-beda. Tangga nada yang banyak digunakan yaitu tangga nada mayor, tangga nada minor, dan tangga nada pentatonik. Penggunaan istilah nada ini sering tertukar dengan istilah not meski pun kedua istilah ini mempunyai perbedaan arti.

Pada intinya, nada dasar sebuah karya musik sangat menentukan frekuensi setiap nada dalam karya tersebut. Nada di dalam teori musik diatonis barat dibedakan menjadi 12 nada yang setiap nada diberi nama seperti nada C,D, E, F, G, A, dan B. Selain itu, ada juga nada-nada kromatis seperti Cis/Des, Dis/Es, Fis/Ges, Gis/As, dan Ais/Bes.

a. Tinggi Nada

Dalam teori bermusik, tinggi nada atau tala merujuk pada persepsi atas frekuensi sebuah nada. Misalnya, nada A di atas C tengah mempunyai tinggi nada yang saat ini diset ekuivalen dengan 440 Hz atau sering ditulis A=440 Hz (dikenal sebagai nada konser). Dalam suatu tangga nada, hubungan relatif antartinggi nada bisa ditentukan dengan salah satu sisten penalaan atau tuning.

b. Tangga Nada

Tangga nada adalah susunan bertingkat atau berjenjang dari nada-nada pokok sebuah sistem nada. Susunan ini dimulai dari salah satu nada dasar hingga nada oktafnya seperti do, re, mi, fa, so, la, si ,do. Berikut ini tanga nada dalam teori dasar musik.

  • Skala mayor. Di dalam teori bermusik, tangga nada mayor atau skala mayor merupakan salah satu tangga nada diatonik. Skala mayor ini terdiri atas delapan not, sedangkan interval antara not yang berurutan dalam tangga nada mayor yaitu 1, 1, 1/2, 1,  1,1/2. Ciri-ciri skala mayor atau tangga nada mayor yaitu sifatnya riang gembira, bersemangat, biasanya diawali serta diakhiri juga dengan nada Do, dan memiliki pola interval (1, 1, ½, 1, 1, ½.
  • Skala minor. Tangga nada bernama skala minor atau tangga nada minor ini terdiri atas delapan not. Dalam tangga nada minor, interval antara not yang berurutan adalah 1, ½, 1, 1, ½, 1, 1. Dibandingkan skala mayor atau tangga nada mayor, tangga nada minor atau skala minor ini dianggap memiliki bunyi yang cenderung lebih sedih.
  • Skala kromatik dan skala pentatonik. Skala kromatik merupakan sebuah skala yang jaraknya setengah nada seperti A, A#, B, C, C#, D, dan lain sebagainya. Sementara itu, tangga nada pentatonik atau skala pentatonik merupakan sebuah skala dengan lima not tiap oktaf. Tangga nada pentatonik ini hampir ditemukan di seluruh dunia, termasuk pada gamelan di Indonesia.

3. Ritme

Ritme atau dikenal dengan irama dapat diartikan sebagai variasi horizontal serta aksen dari sebuah suara yang teratur. Secara sederhana, ritme yang terbentuk dari suara dan diam ini merupakan pengaturan bunyi dalam waktu. Suara dan diam ini disatukan untuk menghasilkan pola suara berulang yang akhirnya membentuk ritme.

Ritme mempunyai tempo yang sangat teratur, tetapi bisa mempunyai beragam jenis. Sejumlah ketukan mungkin saja lebih lama, lebih kuat, lebih pelan, dan lebih pendek daripada ketukan lainnya. Dalam bidang musik, seorang composer dapat memaki banyak ritme yang berbeda.

4. Notasi Musik

Notasi musik merupakan sistem penulisan karya musik dan secara spesifik dapat diartikan sebagai penggambaran tertulis atas musik. Di dalam notasi musik, nada biasanya dilambangkan dengan not meski pun istilah nada dan not terkadang penggunaannya saling dipertukarkan.

Sementara itu, tulisan musik dikenal dengan sebutan partitur.
Saat ini, notasi musik yang standar adalah notasi balok. Notasi balok atau not balok ini dibuat berdasarkan paranada (lima garis horizontal tempat untuk menulis not) dengan lambang tiap nada yang menunjukkan durasi serta ketinggian nada tersebut.

Tinggi nada ini dilambangkan secara vertikal, sedangkan waktu atau ritme dilambangkan secar horizontal. Sementara itu, durasi nada ditunjukkan dalam bentuk ketukan. Selain notasi balok, ada juga notasi lainnya seperti notasi angka. Notasi angka ini banyak digunakan di negara-negara Asia seperti Tiongkok, India, temasuk juga Indonesia.

5. Melodi

Melodi merupakan serangkaian nada dalam waktu. Rangkaian ini mungkin saja dibunyikan sendirian tanpa iringan atau bisa merupakan bagian dari susunan akord dalam waktu. Dalam bermusik, melodi tercipta dari sebuah susunan nada secara horizontal.

Unit paling kecil dari melodi disebut motif, yaitu tiga nada atau lebih yang mempunyai makna musikal. Sementara itu, gabungan dari motif disebut semi frase dan gabungan dari semi frase disebut frase atau kalimat. Biasanya, sebuah melodi terdiri atas dua semi frase, yakni kalimat tanya (antiseden) dan kalimat jawab (konsekuen).

Speak Your Mind

*