Teori Public Relations

Ilustrasi teori public relationsPublic relations merupakan salah satu departemen di sebuah organisasi yang bertanggung jawab terhadap hal-hal yang berkaitan dengan hubungan kemasyarakatan. Public relations juga bertanggung jawab terhadap company image. Public relations -lah yang bertanggung jawab menjaga imej dan meningkatkan kualitas imej perusahaan di tengah masyarakat.

Beragam teori public relations di pelajari di kampus kampus dan itu berkenaan dengan efektifitas kerja dan tugas Public relations sendiri.

Public relations juga bertanggung jawab terhadap hubungan antardepartemen yang ada dalam organisasi. Jadi, tidak hanya ke luar, tetapi ke dalam.

Public relations menjembatani semua permasalahan yang terjadi antardepartemen. Oleh karena itu, orang-orang yang ada di Public relations haruslah orang yang senang bergaul, mampu menahan emosi, mampu memahami perasaan orang lain, mampu melihat apa yang orang lain tidak melihat atau istilah kerennya ‘visioner’, pandai mengolah kata dalam berkomunikasi, pandai menenangkan emosi orang lain, dan berpengetahuan luas.

Tugas Public relations

Dalam menjaga dan meningkatkan kualitas imej, Public relations akan membuat banyak program untuk mempromosikan perusahaan ke tengah kalangan masyarakat. Public relations juga yang merancang program CSR (Corporate Social Responsibility).

Sedemikian rupa, orang-orang yang ada di Public relations membuat program yang bertujuan memperkenalkan perusahaan ke masyarakat. Namun, tidak terlalu mencolok memamerkan dan menginginkan masyarakat sangat berterima kasih kepada perusahaan. Gaya halus yang low profile dan high quality.

Orang-orang Public relations harus tahu tentang industrial psychology dan consumer psychology. Kedua ilmu tersebut akan membantu orang-orang Public relations untuk memahami gaya hidup masyarakat, keinginan industri, dan tren yang ada di tempat kerja.

Mereka harus mendapatkan banyak data tentang semua itu melalui survei, penelitian, maupun pengamatan secara intensif dan terus-menerus.

Fungsi Public relations sangatlah penting di setiap lini pengembangan perusahaan. Public relations harus tahu efek dari bungkus sebuah produk terhadap keinginan orang membeli produk tersebut. Apa yang akan terjadi bila bungkus tersebut berwarna kuning dan apa efeknya bila diganti dengan warna merah.

Apa efek sebuah iklan terhadap daya beli masyarakat. Public relations -lah tempat pertama bertanya bila sudah menyangkut hubungan kemasyarakatan dan daya saing perusahaan. Public relations juga menganalisis gaya pemasaran dan promosi, baik yang dilakukan oleh perusahaannya sendiri maupun perusahaan pesaing.

Public relations juga merancang pelatihan untuk meningkatkan motivasi kerja, kinerja kerja, maupun meningkatkan kualitas kerja karyawan. Public relations mempelajari cara perekrutan karyawan baru. Mereka menganalisis kepribadian para calon karyawan.

Jadi, orang-orang di Public relations juga harus tahu tentang ilmu psikologi dengan sangat baik. Mereka harus menggunakan metode yang sudah terbukti kehandalannya. Tidak boleh mengambil keputusan atas dasar perasaan. Semua keputusan haruslah berdasarkan peraturan yang ada dan dengan konsep yang sudah tertata dengan baik.

Berikut ini adalah contoh berkaitan dengan teori di dalam Public relations sendri yakni teori yang didasarkan atas Model Cybernetic.

Model Cybernetic Cutlip Center

Menurut Cutlip, Center, Broom dalam bukunya Effective Public Relations, Cybernetic Model of Public Relations terdiri dari lima elemen, yaitu :

  1. Goals established in a control center
  2. Output related to the goals, which have impact on the state of the system and its environment
  3. Feedback to the control center on the effect of the output
  4. A comparison of the new system state with the goals state
  5. Control center determination of the need for corrective output.

(Buckley from Cutlip, Center,Broom, 1985:118)

Di dalam general cybernetic model ini, proses dari model humas di mulai dari penentuan sasaran (goal parameters). Internal public relations menentukan sasaran apa yang ingin di raih oleh suatu program yang akan diterapkan pada publik internalnya. Setelah ditetapkan sasarannya lalu public relations melakukan aksi (action outputs), di mana tujuannya adalah untuk menghasilkan efek bagi sistem dan lingkungan (effect on system and environment).

Setelah itu terjadi proses pengumpulan informasi mengenai efek yang dihasilkan (information gathering on output effect). Pengumpulan informasi dilakukan dengan cara mengumpulkan tanggapan dari publik internal mengenai berbagai program yang telah diterapkan internal publik relations pada publiknya.

Di dalam proses pengumpulan tanggapan maka akan diperoleh feedback, terjadi proses timbal balik (feedback), yang ditanggapi dengan melakukan penelitian mengenai umpan balik yang dihasilkan (feedback test), setelah terkumpul data-data hasil penelitian dari umpan balik yang di terima, maka dilakukan aksi perbaikan (corrective action) berdasarkan hasil penelitian dari feedback.

Teori Khusus Internal Relations

Bila di kaji maka cybernetic model of public relations ini sangat cocok diterapkan oleh internal public relations dalam usaha untuk mengetahui tanggapan dari publik internal mengenai program public relations yang diterapkan.

Hal pertama yang dilakukan oleh internal public relations yaitu menetapkan sasaran yang akan di tuju dan menentukan tujuan apa yang ingin di capai (goal parameter). Sasaran internal public relations dalam hal ini adalah karyawan, maka internal public relations harus terlebih dahulu mengetahui keadaan karyawan hingga dapat menentukan program bagi public internal.

Internal public relations harus berusaha membuat program yang dapat mewakili kepentingan kedua belah pihak yaitu pihak perusahaan dan pihak karyawan.

Setelah mengetahui keadaan karyawan dan mengetahui keinginan perusahaan,maka setelah itu public relations telah dapat membuat keputusan tentang program apa yang akan diterapkan dengan telah mengetahui sasaran dan tujuan program, maka setelah itu internal public relations melakukan langkah penerapan program tersebut (action outputs).

Setelah melakukan penerapan program pada public internal karyawan, lalu internal public relations menunggu dan mengamati bagaimana program tersebut bekerja, mengamati efek apa yang ditimbulkan.

Berharap Efek Internal

Setiap program yang diterapkan oleh internal public relations pada public karyawan akan menimbulkan efek. Internal public relations perlu mngetahui efek yang timbul ini untuk dijadikan informasi apakah program dan tujuan dari program dapat tercapai, dan juga untuk memcari masukan, saran-saran dari public karyawan mengenai program yang telah diterapkan (information gathering on outputs effect).

Pengumpulan informasi yang dilakukan oleh internal public relations, dilakukan dengan cara mengumpulkan tanggpan dari public internal mengenai program-program yang telah dilaksanakan. Setelah terkumpul segala informasi berdasarkan tanggapan yang terkumpul dari publik karyawan, maka internal public relations melakukan penelitian tentang tanggapan yang masuk, selanjutnya di sebut feedback bagi internal public relations (feedback test).

Feedback tersebut di uji kebenarannya, untuk diketahui hal apa yang menjadi masalah atau kelebihan dari program menurut public karyawan.

Setelah mengetahui hasil dari feedback test yang dilakukan, maka setelah itu internal public relations menyusun suatu program baru yang di susun dengan berbagai koreksi. Koreksi ini berdasarkan hasil feedback dari public karyawan (corrective action). Corrective action ini dilaksanakan agar program-program yang diterpakan oleh internal public relations pada public karyawannya dapat lebih efektif terlaksana. Begitulah salah satu contoh dari teori public relations. Mudah-mudahan bermanfaat.

Speak Your Mind

*