Thailand

Thailand adalah salah satu negara yang berada di kawasan Asia Tenggara. Thailand berbatasan langsung dengan Laos dan Kamboja di sebelah timur, Malaysia dan Teluk Siam di sebelah selatan, Myanmar dan Laut Andaman di sebelah barat. Thailand memiliki sistem pemerintahan monarki konstitusional. Thailand juga dikenal sebagai Kerajaan Thai.

Sejarah Mengenai Negara Thailand

Asal usul Kerajaan Thai atau Thailand secara tradisional dihubungkan dengan sebuah kerajaan bernama Kerajaan Sukhothai pada 1238. Umur kerajaan ini sangat pendek sehingga kiprahnya dilanjutkan oleh Kerajaan Ayuttha yang berdiri pada abad ke-14. Kebudayaan Kerajaan Thai atau Thailand dipengaruhi Tiongkok dan India.

Kerajaan Thai atau Thailand mulai membina hubungan dengan beberapa negara besar, seperti Eropa pada awal abad ke-16. Meskipun hubungan tersebut diwarnai dengan tekanan yang kuat dari negara besar tersebut, Thailand tetap bertahan menjadi satu-satunya negara di kawasan Asia Tenggara yang tidak pernah dijajah oleh negara Eropa. Akan tetapi, dengan banyaknya pengaruh dari Barat mengakibatkan perubahan pada abad ke-19. Hal ini kemudian memberikan kelonggaran bagi para pedagang dari Britania.

Kelonggaran bagi pedagang Britania ini menyebabkan banyaknya pengaruh-pengaruh baru masuk dan menjadi suatu trend masyarakat Thailand pada saat itu. Selain itu, kedatangan para pedagang dari Britania juga mengakibatkan adanya kemunduran dari pedagang-pedagang lokal di Thailand.

Pada 1932, sebuah revolusi tak berdarah terjadi di Thailand. Revolusi itu menyebabkan dimulainya sistem pemerintahan monarki konstitusional. Pada Perang Dunia II, Thailand bersekutu dengan Jepang. Namun, saat Perang Dunia II berakhir, Thailand bersekutu dengan Amerika Serikat. Di Thailand, terjadi beberapa kali kudeta setelah berakhirnya Perang Dunia II. Kudeta ini telah membawa Thailand ke arah demokrasi sejak 1980-an.

Sistem Ekonomi di Negara Thailand

Rata-rata pertumbuhan ekonomi tertinggi di Thailand terjadi pada era 1985-1995. Akan tetapi, pada 1997, tekanan spekulatif yang kuat terhadap ekonomi Thailan menyebabkan merosotnya nilai tukar mata uang Thailand, bath, terhadap nilai tukar dolar Amerika Serikat. Kondisi ini menyebabkan ekonomi Thailand jatuh drastis dan berdampak buruk pada perekonomian Asia, khususnya Asia Tenggara, sehingga terjadi krisis moneter di Asia Tenggara.

Pemulihan ekonomi Thailand terjadi pada 1999 ditandai dengan ekonomi yang tumbuh dan menguat. Pertumbuhan ini merupakan hasil ekspor yang meningkat. Penyumbang terbesar bagi ekonomi Thailand adalah sektor pariwisata.

Selain itu, pemerintahan Thailand juga membuka investor asing untuk bergabung dalam peningkatan sistem ekonomi di negara tersebut. cara menarik investor asing ke negara gajah putih tersebut adalah mengubah peraturan investasi yang ada pada negara tersebut.

Sistem ekonomi Thailand yang diwarnai oleh buruh menyebabkan adanya Gerakan serikat buruh. Gerakan serikat buruh ini tetap lemah dan terpecah-pecah di Thailand. Hanya 3% dari seluruh angkatan kerja yang tergabung dalam serikat buruh pada negara tersebut.

Pada tahun 2000, Undang-undang Hubungan Kerja-Perusahaan Negara atau yang disingkat menjadi SELRa kemudian disahkan oleh pemerintah. Hal ini kemudian memunculkan pemberian kepada para pegawai sektor publik atas hak-haknya yang sama dengan para pegawai yang bekerja di sektor swasta. Selain itu, SELRA juga menggabungkan hak-hak para pegawai untuk bergabung dengan serikat buruh tanpa terkecuali.

Sekitar 60% ari seluruh angkatan kerja di Thailand dipekerjakan di bidang pertanian. beras yang merupakan hasil bumi paling penting menjadi lahan pertanian yang diunggulkan di negara gajah putih tersebut. Hal ini mengakibatkan Thailand menjadi eksportir besar di pasar beras dunia.

Komoditi pertanian lainnya yang juga menghasilkan jumlah yang cukup besar adalah dan produk-produk perikanan lainnya. Selain itu, hasil pertanian yang juga sangat dibutuhkan di dunia adalah tepung tapioka, karet, biji-bijian, dan gula.

Selain mengekspor makanan mentah, Thailand juga mengekspor makanan jadi, seperti tuna kaleng, nenas, udang beku, dan lainnya. semua barang ekspor Thailand ini mengalami peningkatan seiring dengan berjalannya waktu.

Sistem Politik Di Negara Thailand

Raja Thailand memiliki sedikit kekuasaan di bawah konstitusi. Raja pun merupakan pelindung Buddisme Kerajaan Thai, lambang jati diri, dan pemersatu bangsa. Raja yang memerintah dianggap sebagai pemimpin dan sangat dihormati oleh masyarakat Thailand.

Raja Thailand merupakan sosok sentral dalam penyelesaian krisis yang melanda Thailand. Sementara itu, kepala negara adalah perdana menteri yang dilantik oleh raja. Posisi perdana menteri biasanya dari pemimpin partai mayoritas.

Pada dasarnya, sistem pemerintahan negara thailand adalah sistem Parlementer Monarki. Sistem Pemerintahan di negara ini dipimpin oleh Perdana menteri. Hal inilah yang menyebabkan seorang Raja di Thailand tidak memiliki kekuasaan yang banyak terhadap negara tersebut. Akan tetapi, negara tersebut masih diawasi dan diperhatikan oleh Raja yang berhak untuk memilih perdana menteri tersebut.

Budaya di Negara Thailand

Muay Thai adalah sejenis bela diri kickboxing ala Kerajaan Thailand. Muay Thai pun merupakan seni beladiri setempat yang menjadi olah raga nasional. Popularitas olah raga khas Thailand ini meningkat pada era 1990-an dan banyak dimainkan di seluruh dunia.

Ucapan penyambutan yang biasa dilakukan di Kerajaan Thai atau Thailand adalah isyarat bernama wai. Gerakan dari ucapan ini mirip dengan gerakan sembahyang. Sementara itu, hal-hal yang tabu dilakukan di Thailand adalah menyentu kepala seseorang dan menunjuk dengan kaki. Hal-hal itu tabu karena kaki dan kepala merupakan  bagian tubuh yang paling bawah dan paling atas.

Kebudayaan Thailand biasanya dipengaruhi oleh beberapa budaya lain. budaya dari Thailand menggabungkan kepercayaan budaya dan karakteristik adatnya. Kebudayaan-kebudayaan ini mencerminkan karateristik adat dan daerah yang dikenal sebagai Thailand modern. Selain itu, kebudayaan di negara ini juga banyak dipengaruhi dari negara-negara lain, seperti India Kuno, Cina, Kamboja, dan negara-negara lain yang terhimpun dalam negara tetangga pras-sejarah budaya Asia Tenggara.

Kepercayaan yang terkandung dalam budaya Thailand juga dipengaruhi oleh kepercayaan Animisme, Hindu, Buddha, serta pengaruh dari penduduk yang bermigrasi dari Cina dan Selatan India.

Penduduk di Negara Thailand

Populasi masyarakat Thailand didominasi oleh etnis Thai dan etnis Lao. Selain itu, ada komunitas besar Tionghoa yang secara sejarah mempunyai peranan penting dalan bidang ekonomi. Etnis lainnya yang di Thailand adalah etnis Melayu, Mon, Khmer, dan berbagai suku Orang Bukit.

Mayoritas penduduk Thailand memeluk agama Budha. Sebagiannya lagi membentuk minoritas pemeluk agama Islam, Kristen, dan Hindu. Bahasa Thai merupakan bahasa nasional yang ditulis dengan menggunakan aksara Thai.

Remaja pria di Thailand diharuskan menjadi Bhiksu 1 pada usia 20 tahun. Adat ini dipercaya dapat memberikan berkah kepada keluarga dan masyarakat Thailand pada umumnya. Jika remaja pria yang berumur 20 tahun tidak  menjadi bhiksu maka secara otomatis seluruh masyarakat Thailand akan mengucilkannya.

Masyarakat Thailand pada umumnya, sangat menyukai angka 9. Se;lain itu, mereka juga sangat menyukai gajah, terutama gajah putih. Orang Thailand menganggap gajah sebagai binatang pembawa berkah. Mayoritas masyarakat Thailand menyukai warna biru. Hal ini dikarenakan, warna biru dianggap sebagai warna yang melambangkan ketenangan dan keabadian.

Bunga teratai merupakan bunga yang banyak digunakan dalam setiap acara-acara keagamaan, adat istiadat, dan keseharian masyarakat Thailand. Masyarakat Thailand pada umumnya menganggap bahwa bunga teratai mencerminkan dan melambangkan kecantikan seseorang.

Masyarakat Thailand biasanya menyapa dengan merapalkan kedua tangannya di depan dan sedikit menundukkan kepala. Orang yang lebih muda secara otomatis harus menyapa orang yang lebih tua darinya dengan merapalkan kedua tangannya di depan dada saat bertemu.

Dalam kesehariannya, masyarakat Thailand sangat tabu untuk menyentuh bagian kepala seseorang. Mereka menganggap hal tersebut sebagai tindakan penindasan yang sangat fatal adanya. Mereka juga sangat tabu menggunakan tangan kiri ketika melayani. Hal tersebut dianggap sebagai hal yang kotor.

Banyak hal yang menjadi kebiasaan di penduduk Thailand pada umumnya. Dari mulai posisi tidur, memberi salam, menyapa, dan sebagainya. Hal tersebut secara tidak langsung menjadi ciri khas dana adat istiadat yang terus dipelihara di penduduk Thailand.

Demikianlah pembahasan mengenai negara Gajah Putih Thailand, semoga bermanfaat.

Speak Your Mind

*