Tip Mencari dan Mengelola Kredit Usaha

Dalam dunia wirausaha, modal merupakan syarat utama untuk menggerakkan roda bisnis. Tidak ada bisnis tanpa digerakkan kekuatan capital atau modal untuk membeli alat produksi, bahan baku, membayar pegawai dan membiayai perizinan usaha bisnis. Semakin besar menanamkan modal pada usaha Anda, diharapkan semakin besar pula keuntungan yang akan didapat.

Sayangnya, tidak semua orang memiliki modal cukup. Jangan khawatir, pemerintah Indonesia sedang menggalakan perekonomian masyarakat. Salah satunya, mendorong pertumbuhan Usaha Kegiatan Menengah (UKM). Pemerintah giat mengucurkan dana kredit usaha kecil kepada masyarakat melalui bank yang ditunjuk untuk menyalurkan kredit usaha bagi masyarakat kecil yang kesulitan mendapatkan modal.

Dengan program tersebut, masyarakat menengah ke bawah diharapkan mampu mencari peluang bisnis sebesar-besarnya dengan modal yang cukup sehingga bukan hanya modal saja yang dibutuhkan dalam pengelolaan bisnis kali ini. Faktor lain yang perlu diperhitungkan dalam berwirausaha adalah perencanaan yang kuat karena tanpa rencana bisnis yang baik, tidak akan mungkin usaha bisa berjalan dengan baik.

Oleh sebab itu, sebelum kita berbicara mengenai kredit usaha dan berbagai tips untuk mengelolanya, kita juga perlu membuat dan memahami perencanaan usaha yang baik agar usaha yang dijalankan dengan modal tersebut tidak berjalan sia-sia, apalagi jika sampai mengalami kerugian.

Kredit Usaha – Tentukan Perencanaan Usaha dari Sekarang!

Sebelum memulai sebuah usaha, ada satu hal yang perlu diperhatikan yakni sebuah perencanaan. Dengan proses merencanakan sesuatu secara matang, maka tindakan usaha yang dilakukan pun akan mencapai tingkat keberhasilan yang sesuai dengan target dan harapan pengusaha.

Perencanaan yang baik dalam berusaha sama halnya dengan persiapan yang harus diusahakan secara matang agar segala hal yang dibutuhkan dalam sistem usaha dapat dijalankan secara lancar tanpa kendala yang berarti. Perencanaan tersebut meliputi berbagai hal yang berhubungan dengan usaha yang dijalankan.

Jenis usaha apa yang hendak dijalankan, berapa besar modal yang diperlukan untuk bisa menjalankan usaha tersebut, berapa banyak pekerja atau pegawai yang dibutuhkan dalam menjalankan usaha tersebut, serta berapa persen keuntungan yang diperoleh setelah satu bulan menjalankan usaha tersebut.

Dengan berbagai pertimbangan tersebut, pihak pemberi kredit usaha pun tidak akan segan untuk memberikan kucuran dana sesuai dengan yang dibutuhkan oleh calon penerima dana kredit usaha karena sudah ada manajemen yang mampu memberikan pertanggungjawaban mengenai usaha serta risiko yang nantinya akan ditanggung oleh pihak mereka apabila usaha mengalami kegagalan.

Selain perencanaan, ada pula hal lain yang mesti diingat oleh para calon pembuka usaha. Hal tersebut adalah seberapa langka usaha yang dibuka sehingga mampu memikat banyak konsumen untuk datang ke tempat usaha kita.

Maksud dari langka di sini adalah hal yang sudah menjadi lumrah atau belumnya di masyarakat. Jika sebuah usaha masih dianggap aneh, maka ada dua kemungkinan yang bisa didapatkan oleh pihak pembuka usaha : kegagalan dan keberhasilan. Di satu pihak, kemungkinan usaha akan berhasil ditentukan oleh seberapa baik dan uniknya pihak pembuka usaha bisa menarik perhatian masyarakat dalam mengonsumsi produk dan jasa yang ditawarkan.

Akan tetapi di pihak lain, kelangkaan justru akan membuat kemungkinan buruk di mana masyarakat enggan untuk mencoba hal yang baru. Oleh sebab itu, dibutuhkan kepiawaian seseorang dalam membuka usaha agar senantiasa mengatur segala sesuatunya dengan baik sehingga mampu menariik perhatian konsumen untuk tidak takut dalam mencoba hal-hal yang baru.

Demikian juga dengan jenis usaha yang sudah terlalu sering ditemui. Hal tersebut juga mempunyai kemungkinan yang sama dengan produk atau jasa langka seperti yang disebutkan di atas. Dalam satu kasus, bisa saja produk yang biasa muncul tersebut menjadi sebuah kebutuhan primer yang dicari banyak orang, seperti halnya usaha menjual kebutuhan sandang, pangan, dan papan. Akan tetapi di pihak lain, usaha yang sudah lumrah dijalani bisa saja membuahkan nilai kebosanan kepada masyarakat karena produk atau jasa yang ditawarkan itu-itu saja.

Dengan demikian, hal kedua yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan secara matang setelah perencanaan adalah bentuk bisnis yang mampu menarik perhatian masyarakat dalam mengonsumsi produk dan jasa yang ditawarkan tersebut. Setelah itu, barulah tentukan target seperti apa yang hendak dicapai untuk menandai kesuksesan bisnis atau usaha yang dijalankan tersebut.

Tip Mencari Kredit Usaha

Jika Anda berminat untuk pinjam kredit usaha, perlu sedikit memperhatikan cara-cara berikut ini agar tidak terjerat rayuan rentenir atau bank gelap. Berikut ini tip mudah untuk mencari kredit usaha mikro.

  1. Anda bisa mengajukan permohonan pinjaman kepada koperasi yang ada di daerah Anda. Tentu, syarat utamanya Anda harus ikut jadi anggota koperasi itu.
  2. Mengajukan permohonan kredit usaha kepada bank-bank pemerintah, seperti BRI, Mandiri, Bukopin dan lain-lain.
  3. Sekarang, ada beberapa bank syariah yang menyediakan fasilitas kredit usaha kepada nasabah dengan sistem bagi hasil.

Limit pengajuan kredit kisaran 3 juta sampai 100 juta rupiah sesuai jenis usaha Anda. Tentu, pinjaman kredit usaha ini bunganya tidak memberatkan nasabah.

Kredit Usaha – Syarat Umum Calon Nasabah

Sebetulnya, syarat yang dikeluarkan pihak bank untuk mendapatkan kredit usaha kecil cukup ringan dan tidak melewati birokrasi rumit. Berikut ini merupakan syarat-syarat umum yang biasanya ditetapkan pihak bank kepada calon nasabah.

  • Usaha Anda sudah berjalan minimal dua tahun. Memiliki alamat tempat usaha yang jelas. Fungsinya untuk memudahkan survei lapangan dari bank.
  • Usia pemilik usaha 21-55 dan sudah berkeluarga.
  • Memiliki izin usaha yang dikeluarkan oleh intansi pemerintah setempat (SIUP).
  • Memiliki agunan atau jaminan yang disyarakatkan oleh pihak bank. MIsalnya, sertifikat tanah, BPKP, dan sebagainya.
  • Memiliki surat keterangan tidak mampu yang dikeluarkan pihak kelurahan dan kecematan setempat atau surat rekomendasi untuk pengajuan kredit.
  • Sebelumnya tidak pernah mendapatkan kredit dari pihak mana pun.

Setelah Anda mendapatkan kucuran dana kredit usaha mikro dari pihak bank, gunakanlah modal itu sebaik-baiknya.

Cara Mengelola Kredit Usaha

Mengelola kredit usaha, perlu skala prioritas yang harus Anda ketahui. Berikut ini cara-cara bijak mengelola kredit usaha agar berjalan baik.

    • Gunakan sebagian dana untuk membeli mesin produksi. Maksudnya, agar kapasitas produksi meningkat dan permintaan pasar akan produk Anda tidak perlu menunggu lama.
    • Sisihkan dana kredit usaha untuk membeli bahan baku, sebaiknya Anda memiliki divisi purchasing. Fungsinya mengontrol stok bahan baku mentah. Jika tidak begitu, ketika ada kelangkaan bahan baku, Anda akan repot sendiri. Lebih secure Anda memiliki gudang untuk menimbun bahan baku produksi.
  • Prioritaskan dana kredit usaha mikro, untuk membiaya promosi, pasang iklan. Berkonsultasi dengan pakar marketing, gunanya supaya target pasar Anda tercapai. Target omset merupakan motivasi untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Sebaiknya, beriklan di internet atau internet marketing. Cara ini merupakan terobosan revolusioner yang sudah banyak dilakukan oleh UKM berorientasi ekspor. Anda tertarik? Datanglah ke PT Asian Brain yang dikelola Anne Ahira pakar marketing internet.

Yakinlah, berpromosi dengan cara luar biasa hasil yang akan Anda raih pun luar biasa. Jangan takut ambil kredit! Selamat mencoba!

Speak Your Mind

*