Tips dan Cara Melahirkan

Ilustrasi cara melahirkanCara melahirkan atau cara melakukan persalinan pada ibu hamil adalah cara yang dilakukan oleh seorang ibu dengan dibantu oleh petugas untuk mengeluarkan bayi dari dalam kandungan ketika usia kandungan mencukupi untuk dilahirkan. Proses persalinan sendiri dilakukan dengan berbagai cara dan metode, sesuai dengan prinsip-prinsip dasar yang menjamin keselamatan ibu dan bayi.

Ada beberapa pengertian persalinan yang bisa kami terangkan lebih jauh. Salah satunya menyebutkan bahwa persalinan atau proses kelahiran bayi terjadi jika plasenta dan selaput ketuban keluar dari uterus seorang ibu hamil. Ada pula yang menerangkan bahwa persalinan merupakan proses yang dilakukan untuk mengeluarkan janin, yang secara medis diketahui bahwa janin tersebut telah waktunya untuk dikeluarkan. Adapun proses normal suatu kelahiran bayi adalah berkisar pada 37 sampai 40 minggu usia janin yang dikandung si ibu.

Persalinan juga berarti suatu proses untuk mengeluarkan hasil konsepsi, yaitu janin dan uri. Hasil tersebut diharapkan dapat hidup setelah keluar ke dunia, baik keluar dari rahin melalui jalan yang normal maupun dengan jalan yang lain.

Arti lain dari persalinan adalah proses yang terjadi jika servik mengalami bukaan dan menipis, sehingga menyebabkan janin yang ada dalam kandungan akan turun menuju jalan lahir. Pada proses ini baik janin maupun air ketuban, keduanya akan mendapat dorongan untuk keluar lewat jalan lahir.

Di dalam istilah kedokteran sendiri, proses persalinan yang terjadi pada seorang ibu hamil dapat dikelompokkan menjadi dua kategori persalinan, yakni persalinan normal dan persalinan abnormal.

Pada persalinan normal, proses pengeluaran bayi dilakukan tanpa menggunakan alat bantu. Bayi dikeluarkan melalui suatu proses persalinan yang normal, merupakan bayi dengan usia kehamilan yang memadai sesuai dengan standar kedokteran.

Dikatakan normal karena pada saat lahir letak bayi tersebut sejajar dengan sumbu badan si ibu. Selain itu, proses persalinan yang normal terjadi apabila adanya keseimbangan antara diameter kepala bayi dengan panggul si ibu, presentasi belakang kepala, dan semua proses itu terjadi dengan tenaga si ibu itu sendiri. Jika ada petugas, sifatnya hanya membantu proses persalinan agar lancar, baik berefek pada psikologis seorang ibu.

Sedangkan persalinan yang dilakukan dengan cara yang tidak normal, atau dalam bahasa kedokterannya disebut partus abnormal, adalah proses yang terjadi ketika janin dikeluarkan dari rahim si ibu dengan menggunakan alat bantu kelahiran. Adapun pada proses persalinan abnormal ini, bayi yang dikeluarkan bisa melalui vagina dengan bantuan beberapa alat seperti versi atau ekstraksi, cunam, vakum, dekapitasi, embriotomi.

Proses kelahiran abnormal dapat terjadi sewaktu-waktu pada seoarang ibu hamil yang mengalami gangguan pada janin yang dikandungnya, usia kehamilan yang belum mencukupi, serta berbagai kendala yang dihadapi baik karena kondisi si ibu sendiri maupun kondisi bayi di kandungannya. Kebanyakan proses kelahiran abnormal dilakukan dengan cara sesar/operasi.

Proses kehamilan dan proses melahirkan yang dijalani seorang ibu, kadang kala membuatnya merasa takut dan belum siap untuk menghadapi segala risiko yang mungkin saja terjadi, baik selama kehamilan maupun saat proses kelahiran berlangsung. Dengan teknologi serta berkembangnya ilmu pengetahuan manusia di bidang medis, seharusnya para ibu tidak perlu terlalu khawatir akan hal-hal tersebut. Bahkan kekhawatiran yang berlebih malah akan mengganggu kesehatan janin dan berakibat pada kesehatan si ibu itu sendiri.

Ada beberapa tips yang bisa dicoba oleh para ibu hamil guna meminimalisasi gangguan serta masalah yang mungkin timbul saat kehamilan dan proses melahirkan.

  • Agar kelahiran berjalan normal

Salah satu ketakutan para ibu pada saat melahirkan adalah ketika mengetahui bahwa bayi yang akan ia lahirkan tidak dapat lahir melalui proses normal atau harus melalui proses operasi. Betul bahwa dengan menjalani proses melahirkan dengan cara sesar akan meningkatkan risiko kematian pada ibu dan bayi itu sendiri. Namun beberapa ibu hamil malah lebih memilih untuk melahirkan secara sesar. Agar proses melahirkan berjalan normal ada beberapa tips yang bisa dicoba. Salah satumya adalah senam khusus untuk ibu hamil.

Senam hamil yang dilakukan oleh seorang ibu yang tengah mengandung disinyalir mampu membuat ibu hamil belajar mengenai cara bernapas dengan baik sehingga pada saat melahirkan, ia akan mampu mengatur tempo pernapasannya dan tidak mengalami sesak napas, dan sebagainya.

Senam hamil dilakukan dengan cara menggerakkan seluruh otot-otot yang akan digunakan pada saat persalinan. Gerakan otot ini akan terbiasa bereaksi, sehingga pada saat persalinan berlangsung otot-otot tersebut tidak kaku.

Selain itu, agar dapat melahirkan secara normal, ibu hamil dianjurkan untuk mengonsumsi madu. Selain berkhasiat untuk meningkatkan stamina si ibu, juga bermanfaat untuk asupan gizi bagi bayi yang dikandung.

Ibu hamil juga dianjurkan untuk aktif berkegiatan, minimal berjalan kaki agar proses kelahiran bayi nanti bisa berjalan dengan normal. Tentu ini diimbangi dengan asupan makanan yang sehat. Serta untuk menghindari pamali, ibu hamil sebaiknya menjaga laku dan ucap lisannya selama kehamilan berlangsung.

  • Mengurangi rasa nyeri

Proses melahirkan yang dijalani oleh seorang ibu akan mengakibatkan kesakitan. Namun kesakitan yang dirasakan sebetulnya bisa dikurangi asal ibu hamil bisa selalu menjaga kesehatan, rajin berolahraga pada saat kehamilan, dan melakukan pijatan pada area sekitar vagina serta area rektum.

Selain itu, pada saat akan melahirkan, ibu hamil harus berupaya aktif selalu. Ibu hamil boleh beristirahat sejenak ketika terjadi kontraksi, namun setelah itu disarankan untuk kembali bergerak, mungkin dengan berjalan-jalan atau kegiatan lain sehingga ibu hamil tidak  hanya berdiam diri di rumah.

Minum teh raspery juga diyakini dapat membantu para ibu hamil saat proses melahirkan terjadi. Ini bisa dilakukan setiap hari. Juga dengan mandi air hangat dipercaya akan mempercepat proses melahirkan dan tentu saja akan membuat santai dengan kehangatan air yang menenangkan tersebut.

Secara garis besar, seperti yang telah diterangkan pada bagian awal artikel ini, proses melahirkan bayi pada seorang ibu hamil dapat ditempuh dengan dua cara, yaitu persalinan dengan cara normal dan persalinan dengan cara abnormal (tidak normal). Namun ada beberapa cara yang lebih spesifik lagi yang bisa dijalani oleh ibu hamil yang ingin melahirkan bayinya.

Pada proses melahirkan yang abnormal, tentu saja jalan operasi lebih dipilih. Namun untuk proses persalinan yang normal, ada beberapa cara yang saat ini terus dikembangkan, selain tentu cara konvensional yang masih populer saat ini. Proses persalinan normal dapat dilakukan dengan:

  • Gentle Birth

Istilah yang populer adalah waterbirth atau water delivery, merupakan salah satu cara persalinan secara normal yang dilakukan dalam sebuah bak atau wadah berisi air. Cara melahirkan seperti ini diyakini mampu mengurangi rasa sakit yang diderita si ibu pada saat persalinan, dapat membuat rileks si ibu, serta mengurangi perubahan kondisi dramatis pada  saat bayi memasuki keadaan yang baru.

  • Hipnosis

Cara ini diyakini para ibu ketika melahirkan akan merasa lebih rileks. Namun rileksasi total yang dilakukan ini tetap akan membuat si ibu sadar akan proses melahirkan itu sendiri.

Itu tadi merupakan tips dan cara melahirkan yang semoga dapat membantu Anda dalam menghadapi persalinan.

Speak Your Mind

*