Tips Mudah Menembus Penerbit Majalah

Ilustrasi penerbit majalah

 

Saat ini, menjadi penulis lepas di penerbit majalah bukanlah profesi yang aneh dan dipandang sebelah mata lagi. Profesi ini memberikan penghasilan yang memadai juga nama tenar. Belum lagi, kepuasan karena telah membagikan pengalaman dan hasil pemikiran pada pembaca.

Tidak heran, profesi ini banyak dipilih orang dari berbagai kalangan. Mulai ibu rumah tangga, pelajar, mahasiswa, buruh migran, akademisi, dan lainnya. Menjadi penulis di penerbit majalah adalah profesi fleksibel. Seorang dokter dapat menjadi sastrawan seperti Taufik Ismail dan Ferdiriva Hamzah. Wartawan banyak yang menjadi penulis novel. Bahkan, Joni Ariadinata, sastrawan terkenal Indonesia dulunya adalah tukang becak. Sakti Wibowo dulunya buruh bangunan, sebelum menjadi penulis novel produktif.

Geliat Profesi Penulis

Menulis artikel opini, cerita pendek dan puisi menjadi pilihan banyak penulis beberapa penerbit majalah untuk eksis berkarya. Saat ini, penulis diberi banyak kemudahan karena berkembangnya media massa di Indonesia.

Majalah, koran dan tabloid terbit bak cendawan di musim hujan. Baik itu majalah lokal atau franchise majalah asing. Semakin banyak media massa terbit dalam banyak segmen, anak-anak, remaja, dewasa, ibu-ibu, pehobi, dan lainnya. Belum lagi, media seperti internet yang merajalela.

Semakin banyak pilihan bagi para penulis untuk mengirimkan karyanya ke media massa. Jika Anda seorang penulis tinggal memilih penerbit majalah atau tabloid apa yang cocok untuk cerpen yang Anda tulis. Banyak penulis yang sibuk mencari daftar alamat redaksi penerbit majalah agar ia bisa mengirimkan karyanya ke mana saja tanpa tahu karakteristik media tersebut.

Cara Jitu Menembuskan Tulisan

Ada cara jitu agar karya Anda punya kans lebih besar untuk dimuat. Anda harus melakukan survei kecil-kecilan terlebih dahulu. Tidak sekadar tahu majalahnya sekilas. Oh, ini majalah wanita, ini majalah remaja.

Kenali baik-baik segmennya. Walaupun sama-sama majalah wanita, majalah Femina dan majalah Paras memiliki segmen yang berbeda. Inilah yang harus Anda kenali sebelum mengirimkan karya.

Oleh karena itu, sebelum mengirimkan cerita Anda, sebaiknya kenali dulu penerbit majalah tersebut. Anda bisa membeli majalah itu dan membaca isinya dengan saksama. Apa segmen pembacanya? Ini majalah wanita yang bagaimana? Apakah ibu rumah tangga? Wanita karier? Cocokkah naskah Anda dimuat di sana?

Setelah itu, Anda dapat mengirimkan karya ke penanggung jawab rubrik atau redaksi penerbit majalah tersebut. Anda dapat mencari tahu siapa editor atau redaksi majalah tersebut.

Caranya, membaca susunan redaksi di media tersebut atau mencari informasi lewat internet. Biasanya, majalah atau media massa lain memiliki hubungan erat dengan para pembacanya melalui milis, forum, atau fans page di facebook. Anda dapat menggali informasi dari situ. Sebaiknya, Anda berkenalan dengan editor atau anggota redaksi agar komunikasi lebih lancar sehingga lebih mudah mengirimkan naskah Anda.

Untuk menembus penerbit majalah besar seperti majalah Bobo, Intisari, Gadis, biasanya para penulis memiliki berbagai trik karena redaksi majalah terkenal ini mendapatkan ratusan naskah setiap hari melalui email atau pos.

Seorang teman memiliki kebiasaan mengantarkan langsung naskahnya ke majalah agar ia dapat berkenalan dengan editor dan berbincang-bincang tentang naskah yang redaksi cari, dengan catatan mereka sedang tidak sibuk. Ada juga yang memasukkan naskahnya ke amplop unik agar redaksi tertarik membaca duluan naskahnya.

Namun, bagaimanapun caranya, naskah Anda harus tetap berkualitas agar bisa bersaing dengan naskah lain. Untuk itu, cari ide yang unik dan tidak pasaran agar menarik perhatian redaksi. Ide yang biasa dan klise tidak mengundang minat editor untuk membaca dan dengan cepat disingkirkan. Oleh karena itu, naskah Anda harus menarik sejak judul dan awal tulisan. Bagaimana agar tulisan keren?Tentu saja dengan cara banyak membaca tulisan penulis senior dan berlatih menulis sebanyak-banyaknya.

Biar Tulisan Tak Rawan Ditolak

Banyak penulis pemula ketika menulis langsung tancap gas efek membaca buku tentang kepenulisan. Dengan mengamini pernyataan, “menulis, menulis, dan menulis” Setelah mereka menulis lalu mengirimkannya ke penerbit majalah yang ditujunya. Jika punya sikap cuek, mau tulisan dimuat atau tidak, yang penting tulisan sudah dikirim, maka saran yang diungkapkan para penulis buku kepenulisan tentu saja tepat.

Namun berbeda bagi Anda yang ingin menjadi profesi menulis sebagai profesi utama. Anda tentunya ingin mendapatkan hasil yang cepat, tapi berkualitas. Orang bilang ini cara berpikir ini keliru. Mana ada yang bisa menjadi penulis secara instan. Benar, memang proses menulis yang cepat, tapi berkualitas bukanlah proses menjadi penulis yang dalam hitungan jam sudah bisa menulis yang bakal dilirik redaktur penerbit majalah.

Akan tetapi, proses menulis yang cepat, tapi berkualitas yang dimaksud adalah menulis dengan hanya membutuhkan waktu dua minggu, maka tulisan Anda bakal dilirik redaktur penerbit majalah. Anda tak perlu membuang energi menulis setiap bulan mengirimkan tulisan, lima bulan ke depan baru dimuat. Namun dengan proses belajar dua minggu saja, Anda bisa melihat tulisan Anda bakal dimuat di bulan depan atau dua bulan kemudian. Anda tertarik ingin mengetahui caranya. Ada tiga langkah yang mesti Anda lakukan.

  • Menulis dulu

Anda mesti belajar menulis dari tulisan yang terbit di penerbit majalah yang bakal Anda kirimkan tulisan. Tentu saja, Anda sudah memiliki kumpulan majalah dari penerbitan tersebut. Anda coba kumpulkan tujuh majalah. Lalu pilih jenis tulisan mana yang ingin Anda geluti. Katakan saja Anda ingin menulis rubrik resensi.

Maka langkah awal yang mesti Anda lakukan adalah Anda tulis ulang tujuh tulisan resensi yang terdapat di dalam kumpulan majalah tersebut. Mungkin Anda bakal berfikir cukup melalahkan sekali. Tepat. Anda tidak salah. Cara ini memang capek atau melalahkan, tapi Anda keuntungan yang bakal Anda dapatkan.

Keuntungan pertama, Anda jadi tahu berapa karakter kata yang dibutuhkan agar tulisan Anda layak dimuat. Anda menjadi tahu timbangan kata yang digunakan agar tulisan Anda dimuat di majalah tersebut. Dan Anda pun menjadi tahu bagaimana cara merangsang redaktur hingga tertarik melihat tulisan tersebut.

  • Menulis Lagi

Setelah Anda melakukan proses menulis lagi selama seminggu. Coba cari lagi tulisan artikel resensi sebanyak tujuh artikel lagi dari majalah tersebut. Anda coba tuliskan ulang kembali, lalu masukkan sedikit pendapat Anda dalam tulisan tersebut. Atau, jika Anda merasa ada yang kurang menarik katanya, Anda bisa menggantikannya.

Mungkin Anda mengatakan, ini sangat melelahkan juga. Tepat. Anda betul sekali. Ini masih tahap belajar yang menyulitkan. Namun ada manfaatnya untuk Anda. Di sini, Anda belajar mengungkapkan gagasan. Di sini Anda dilatih keberanian untuk mengubah dan menambahi data tentang artikel resensi buku tersebut. Apalagi, jika Anda membaca buku tersebut atau melakukan cara perbandingan dengan buku yang lainnya.

  • Menulis Terus

Setelah Anda berlatih menulis dengan menggunakan artikel yang dimuat di penerbit majalah tersebut kini saatnya Anda mencoba menuliskan artikel resensi Anda sendiri. Karena Anda sudah memahami bagaimana  membuat lead, body dan ending artikel resensi, tentunya Anda sudah tidak ‘kagok’ lagi. Tidak bingung lagi bagaimana memulai tulisan. Tidak bingung lagi bagaimana mengembangkan tulisan. Tidak bingung lagi bagaimana mengakhiri tulisan.

Anda cukup melihat dari empat belas artikel resensi tulisan yang sudah Anda pelajari dengan ketik ulang, maka Anda pasti tahu bagaimana kalimat pembuka atau lead tulisan yang menarik. Jika Anda mentok dalam pengembangan tulisan resensi, Anda bisa melihat cara pengembangan tulisan resensi dari hasil pembelajaran yang Anda lakukan selama empat hari.

Tentu saja, dalam menutup atau ending artikel, Anda pastinya sudah bisa melakukannya. Benar. Jika tak tahu bagaimana menutup artikel resensi tersebut, Anda bisa meniru caranya dari empat belas artikel yang sudah Anda pelajari dalam dua minggu.

Bila sudah rampung dan Anda edit tulisannya, maka dapat kirimkan ke penerbit media yang Anda tuju. Kemudian teruslah menulis artikel resensi buku lagi. Lakukan dengan langkah yang sama. Percayalah, dengan pembelajaran yang Anda lakukan selama empat belas hari akan cepat membuat tulisan Anda dilirik redaktur penerbit majalah dan tulisan Anda pun layak muat.

Setelah ini, Anda menulis resensi buku dan bisa mengirimkan ke penerbit majalah atau penerbit koran. Pasalnya, ilmu utamanya sudah Anda miliki. Jika terjadi kendala dalam masalah pemuatan, mungkin saja karakter kata tulisan Anda kurang atau melebihi. Atau ada kualitas artikel resensi buku lainnya lebih baik dari artikel Anda.

Alamat Majalah yang Memuat Resensi Buku

  • Majalah Gatra

Wisma Kosgoro lantai 6

Jl. M. H. Thamrin 53 Jakarta Pusat 10350

Telp: (021) 2303007

  • Majalah Hai

Jl. Palmerah Selatan 24-26

Gedung Unit 2, Lantai V Jakarta 10270

Telp: (021) 5490666

  • Majalah Intiari

Jl. Palmerah 24-26

Gedung Unit II, Lantai V Jakarta 10270

Telp: (021) 5483008

  • Majalah Swa Sembada

Jl. Tanah Abang III/23

Jakarta Pusat 10160

Telp: (021) 3523839

 

Speak Your Mind

*