Toko Buku Terapung

Ilustrasi Toko Buku TerapungToko buku terapung ini merupakan salah satu tempat atau toko buku yang pertama kali membawa buku mengelilingi dunia. Toko buku terapung ini adalah sebuah kapal yang telah mengukir sejarah panjang dalam berbagai usaha kemanusiaan utamanya menyebarkan ilmu pengetahuan bagi masyarakat dunia.

Sebuah organisasi kemanusiaan yang berasal dari Jerman yaitu Gute Bucher fur Alle atau Buku Untuk Semua yang menciptakan gagasan membuat toko buku terapung yang menjual semua buku dengan harga murah ke seluruh penjuru dunia sejak tahun di luncurkannya pada sekitar tahun 1914.

Gute Bucher fur Alle disingkat GBA pertama kali beroperasi menggunakan kapal bernama Medina sampai akhirnya kapal tersebut diganti oleh kapal baru yang bernama Roma hingga beroperasi hingga sampai sekitar tahun 1952.

Kemudian pada tahun 1977, kapal yang bernama Roma digantikan dengan nama kapal Franca C. GBA kemudian mengganti Franca dengan sebuah kapal yang bernama Doulos yang sampai tanggal 19 November sandar di pelabuhan Singapura, tepatnya di Harbour Front yang juga menjadi pelabuhan Ferry Singapura ke Batam dan Tanjung Pinang.

Selama perjalanannya mengelilingi dunia, toko buku terapung ini telah melewati dan singgah di lebih dari 100 negara yang ada di dunia, dengan membawa lebih dari 6000 judul buku, kebanyakan dari dalam buku-buku tersebut menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.

Jenis bukunya juga dapat dibaca oleh beberapa tingkatan usia, dari anak-anak, remaja dan orang tua. Buku yang dijual dalam Toko Buku Terapung Doulos ini sangat murah harganya. Tetapi label harganya tidak dalam bentuk mata uang.

Pada saat pertama kali berada dan singgah di Singapura kapal toko buku terapung ini mendapatkan kunjungan lebih dari 14 ribu orang. Sementara itu apabila dari seluruh dunia di kumpulkan sudah sekitar 18 juta pengunjung dari setiap toko buku terapung ini berlabuh semenjak sekitar tahun 1978.

Kapal Doulos sendiri mempunyai 350 awak berasal dari 53 negara. Seluruh awak kapal adalah relawan yang harus membayar iuran untuk tugas mereka selama dua bulan hingga dua tahun.

Para awak Kapal Doulos yang sebenarnya adalah kapal pesiar ini hidup dalam suasana penuh kekeluargaan dan seperti PBB terapung karena mereka berasal dari 53 negara termasuk dari Singapura, yakni seorang insinyur mesin perkapalan yang telah bergabung sejak setahun lalu.

Hidup bersama dengan berbagai bangsa tentulah tidak mudah. Namun ada prinsip yang menyatukan mereka dalam usaha kemanusiaan tersebut.

Toko buku yang telah berjalan jauh ini memiliki kondisi yang sangat ampuh bagi perkembangan pendidikan serta ilmu pengetahuan secara keseluruhan, sehingga membuat para masyarakat dunia dapat menikmati informasi-informasi serta ilmu pengetahuan yang berasal dari negara-negara lainnya melalui buku yang dibawa oleh toko buku terapung ini.

Buku pada dasarnya merupakan suatu alat atau biasanya disebut sebagai jendela dunia untuk menatap masa depan yang lebih cemerlang. Hal ini dikarenakan buku memuat ilmu pengetahuan yang dapat memajukan bangsa dan masyarakat di daerah tersebut.

Sebaiknya buku-buku yang dibaca oleh anak-anak muda saat ini memiliki kualitas yang baik, jangan membaca buku-buku yang tidak mempunyai pesan yang berguna bagi para pembacanya karena di dalam buku pula seseorang dapat mendapatkan hal-hal yang berharga, yang tidak di dapatkannya di dalam kehidupan sehari-hari.

Konsep toko buku terapung yang telah dijelaskan diatas sepertinya dapat menjadi sebuah konsep yang bagus bagi perkembangan dunia bisnis di bidang pendidikan. Hal ini disadari bahwa sebagian besar daerah atau wilayah Indonesia adalah terdiri dari lautan yang sulit dijangkau oleh masyarakat.

Dengan adanya pasar maupun toko buku terapung ini diharapkan para masyarakat dapat memanfaatkan secara penuh hal tersebut sehingga dapat memunculkan serta menambahkan budaya baca buku masyarakat sehingga meningkatkan kualitas masyarakat secara keseluruhan.

Speak Your Mind

*