Transportasi Jakarta

Sembilan langkah untuk revitalisasi angkutan umum Jakarta merupakan sebuah catatan akhir tahun yang dipersiapkan oleh DTKJ. Seperti apakah transportasi Jakarta pada 2014 nanti? Banyak sekali yang berpendapat Jakarta akan macet total jika tidak melakukan upaya pemecahan sejak sekarang. Begitu pula dengan besarnya perhatian media massa terhadap persoalan kemacetan Jakarta tersebut.

Tiada hari pemberitaan kemacetan Jakarta di media massa sepanjang tahun. Hampir setiap hari, media massa mengulas berita kemacetan dan masih buruknya angkutan umum di Jakarta. Bisa dikatakan pada 2012 ini menjadi tahunnya media massa karena memiliki kepedulian khusus terhadap masalah kemacetan dan angkutan umum di Jakarta.

Salah satu penyebab kemacetan, yaitu tingginya angka pertumbuhan dan penggunaan kendaraan bermotor pribadi, baik motor maupun mobil. Selain itu, ada beberapa penyebab lainnya, yaitu kurang baiknya pelayanan angkutan umum dan tidak disiplinnya penggunaan jalan raya di Jakarta.

Melihat penyebab di atas, dapat disimpulkan bahwa ada beberapa cara atau jalan keluar yang bisa digunakan sebagai pendekatan untuk menyelesaikan masalah kemacetan di Jakarta. Pastinya bisa dilakukan sebagai pendekatan dalam mengatasi seperti mengurangi kendaraan bermotor pribadi dan peningkatan etika, disiplin lalu lintas, dan perbaikan layanan angkutan umum.

Dalam penggunaan kendaraan bermotor pribadi, ada beberapa cara atau kebijakan yang dapat dilakukan. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan beban biaya penggunaan kendaraan bermotor pribadi dan memperbaiki layanan angkutan umum yang ada.

Artinya, pendekatan pemecahan kemacetan dengan menekankan penggunaan kendaraan bermotor pribadi dan merevitalisasi layanan angkutan umum menjadi penting. Memberikan layanan angkutan baik akan menjadi alternatif transportasi Jakarta dan mendorong para pengguna kendaraan pribadi berpindah ke anggutan umum.

Sebagai perbandingan dari data Polda Metro Jaya menunjukkan hingga saat ini, jumlah perjalanan di Jakarta ada sekitar 21 juta perjalanan setiap harinya dan jumlah kendaraan bermotor di Jakarta hampir mencapai 9 juta unit. Padatnya perjalanan itu dilayani oleh kendaraan pribadi yang jumlahnya sebesar 98 persen untuk melayani 44 persen perjalanan.

Sementara itu, angkutan umum yang jumlahnya hanya 2 persen harus melayani 56 persen perjalanan. Langkah untuk mengendalikan kendaraan pribadi dan merevitalisasi angkutan umum menjadi sangat penting dan harus segera dilakukan untuk memecahkan kemacetan di Jakarta.

Saat ini, Jakarta sudah memiliki moda angkutan umum massal Transjakarta yang cukup representatif dan sudah beroperasi hampir sekitar 7 tahun dengan panjang koridor akan lebih dari 200 KM. Secara rutin, moda ini dibangun dan dioperasikan guna mendorong penggunaan kendaraan bermotor pribadi beralih ke anggutan umum dan meninggalkan kendaraan pribadinya di rumah atau dipinggir-pinggir kota.

Sekarang yang sangat perlu didorong dan harus dimulai pada 2013 adalah pentingnya memperbaiki atau merevatilisasi layanan angkutan umum di Jakarta. Hal tersebut dilakukan agar mampu mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Masalah umum dan layanan masih terus bergulir menjadi keinginan warga yang harus diperbaiki segera.

Keinginan perbaikan layanan angkutan umum di Jakarta itu terungkap jelas pada harian Kompas pada liputan utamanya. Dikatakan dalam pemberitaan harian Kompas tersebut bahwa kebobrokan angkutan umum hampir seperti menguraikan benang kusut karena pelanggaran aturan dilakukan bersama-sama dan bersifat laten. Dalam laporan utamanya tesebut disebutkan bahwa merevitalisasi angkutan umum di Jakarta menjadi sangat penting.

Revitalisasi layanan angkutan umum harus segera direalisasikan karena sekrang ini kian marak kejadian kejahatan dan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh awak angkutan itu sendiri. Misalnya, maraknya kecelakaan lalu lintas dan pemerkosaan penumpang angkutan umum oleh sopir angkutan umum beberapa waktu lalu. Kejadian inilah yang mempercepat terjadi keinginan warga agar Pemerintah Daerah Jakarta secepatnya melakukan revitalisasi angkutan umum di Jakarta.

Masalah kemacetan dan buruknya pelayanan angkutan umum inilah yang memicu peningkatan penggunaan kendaraan pribadi di Jakarta. Peningkatan kendaraan pribadi ini juga dipicu oleh akibat rendahnya biaya penggunaan angkutan umum setiap tahunnya.

Merevitalisasi Angkutan Umum

Semakin carut marutnya transportasi di ibu kota, wajar jika warga Jakarta mendesak Pemerintah Provinsi Jakarta untuk segera merevitalisasi layanan transportasi Jakarta. Langkah yang strategis dilakukan mulai 2013 mendatang dalam memperbaiki layanan angkutan umum di Jakarta.

  • Penegakan Hukum

Minimnya penegakan hukum saat ini menjadikan tidak disiplinnya para pengemudi angkutan umum. Pengemudi terlihat jadi biasa dan bebas melakukan pelanggaran hukum atau aturan lalu lintas. Kebebasan tersebut terlihat pada hal bus umum saat menaikkan dan menurunkan penumpang di tempat sembarang tanpa menghitung keamanan penumpangnya.

Begitu pula sulitnya mencari penumpang dan mengejar target setoran harian, membuat para pengemudi angkutan umum berhenti dan menjadikan setiap jalan sebagai terminal liar. Akibatnya, terjadi penumpukan kendaraan lain di belakang sehingga menimbulkan kemacetan.

  • Standar Pelayanan Minimum

Sesuai dengan norma hukum Pasal 141 dan Pasal 198 UU No 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan SPM. Keberadaan SPM ini akan melindungi hak konsumen atau pengguna angkutan umum untuk mendapatkan jaminan pelayanan yang baik, nyaman, dan aman. Tanpa SPM, konsumen sebagai pengguna angkutan umum akan banyak terlanggar hak-haknya seperti sekarang ini.

Saat ini, sering terjadi kecelakaan lalu lintas akibat angkutan umum yang ugal-ugalan sehingga membahayakan penumpangnya, kondisi bus yang tidak terawat, dan maraknya kriminalitas serta pelecehan di angkutan umum. Dalam aturan hukum yang ada pada UU No 22 Tahun 2009, diatur bahwa perusahaan angkutan umum wajib memenuhi standar pelayanan minimal.

  • Evaluasi Trayek Angkutan Umum

Harus dilakukan sebuah evaluasi atau restrukturisasi trayek dengan berorientasi sebagai feeder untuk kereta api dan Transjakarta. Pada operasionalnya, banyak trayek angkutan umum tumpang tindih. Trayek yang tumpang tindih tersebut tidak hanya berdampak bagi pengguna, tapi juga bagi pengusaha dan pengemudi. Terjadinya persaingan tidak sehat karena tidak terintegrasinya trayek yang sudah ada.

Kondisi ini mengakibatkan pengguna angkutan umum harus melakukan banyak perpindahan moda lainnya, seperti taksi atau ojek. Akibatnya, akan menghasilkan biaya tinggi bagi pengguna angkutan umum. Bahkan, trayek yang tumpang tindih ini bisa menimbulkan masalah keselamatan. Maka dari itu, diperlukannya evalusai trayek secara menyeluruh terhadap operasional angkutan umum di Jakarta.

Pada kondisi sekarang, sudah banyak trayek angkutan umum terutama bus besar yang mati. Data Dinas Perhubungan Jakarta menyebutkan bahwa terdapat lebih dari 6.000 trayek, namun yang broperasi hanya 2.800an. evaluasi terhadap trayek sangat perlu dilakukan dan harus memenuhi orientasi.

Orientasi ini dilakukan untuk mengetahui kebutuhan armada dalam trayek, membatasi pemberian izin trayek baru secara selektif, melakukan pengalihan kendaraan dari rute sempit ke rute lebar dan memulai sistem pemberian izin trayek berdasarkan quality licencing. Evaluasi trayek ini juga harus dilakukan dengan mengintegrasikan strategi yang membuka luas peluang untuk melakukan perjalanan kombinasi antara kendaraan pribadi dan angkutan umum.

Strategi ini ditunjukkan dengan memfasilitasi peluang perjalanan kombinasi dengan membangun fasilitas park and ride (parkir dan penumpang). Fasilitas park and ride ini dapat dibangun di pinggir kota Jakarta yang akses dengan angkutan umum massal seperti Transjakarta atau kereta api komuter Jabodetabek.

  • Memperbaiki Layanan Kereta Api Komuter Jabodetabek

Idealnya, angkutan umum menjadi tulang punggung sarana angkutan umum massal di Jakarta dan sekitarnya. Revitalisasi ini merupakan wujud satu kesatuan dari revitalisasi angkutan umum berbasis jalan raya serta berbasis rel kereta api.

Pengelolaan kereta api haruslah di bawah kendali Gubernur Jakarta, tidak seperti sekarang gubernur tidak memiliki otoritas apa pun dalam mengontrol operasional kereta api di Jakarta. Sehubungan dengan ini, sudah saatnya PT Kereta Api Indonesia memberikan ruang pada pemerintah provinsi Jakarta sebagai salah satu operator kereta api komuter.

Semoga dengan adanya artikel Transportasi Jakarta ini dapat berguna bagi pembacanya dan mengenal keadaan transportasi Jakarta.

Speak Your Mind

*