Tuah Tiki Taka Bagi Tim Spanyol

Ilustrasi spainDahulu, negara sepakbola yang biasa tampil memukau dengan permainan indahnya mungkin hanya Brasil, Argentina, dan Belanda. Brasil terkenal dengan gaya Sambanya, Argentina dengan Tangonya, dan Belanda tenar lewat serangan Total Football-nya.

Akan tetapi, saat ini penggemar sepakbola menemukan bentuk permainan indah baru dalam tim nasional Spanyol. Tiki taka demikian istilah untuk permainan umpan pendek mengalir tiada henti sepanjang pertandingan milik tim Matador tersebut.

Kehebatan permainan tiki taka mendapatkan stempel kesahihan setelah Spanyol menjadi juara Piala Dunia 2010, melengkapi gelar juara Piala Eropa dua tahun sebelumnya.

Enak Ditonton

Siapa yang tidak suka dengan permainan cantik ala Spanyol. Mulai dari pemain belakang, tengah, sampai depan, semuanya piawai memainkan bola, mengumpan dengan sangat akurat lalu mencetak gol. Buat mereka, menguasai bola selama mungkin tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Dengan cara itu, tim lawan sulit mengembangkan permainannya dan gol tinggal menunggu waktu. Tak peduli berapa gol yang dicetak, bisa hanya satu atau lebih. Cara Spanyol bermain mirip dengan gaya Barcelona, yang sebelumnya sukses memboyong gelar Liga Champion Eropa.

Kehadiran gaya sepakbola Spanyol ini mengobati kerinduan pecandu sepakbola dunia, yang terancam oleh gaya sepakbola pragmatis. Sebuah gaya sepakbola yang penting menang, tak peduli proses. Gaya ini mulai melesat ketika Jose Maurinho menjadikan Chelsea sebagai jawara baru Inggris dan menjinakkan sepakbola enak dilihat milik Manchester United.

Gaya tersebut berlanjut di Inter Milan yang sukses menjadi juara Liga Champion Eropa di bawah asuhan Mourinho. Ternyata, gaya pragmatis tersebut diadopsi sebagian besar tim nasional peserta Piala Dunia 2010. Yang paling terlihat adalah Brasil dan Belanda. Mereka mengurangi tarian Samba dan Total Football demi meraih kemenangan.

Sejarah Baru

Permainan tiki taka mengubah peta sejarah sepakbola Spanyol. Meski selalu memiliki bintang-bintang besar, tim nasional Spanyol sulit sekali berprestasi tinggi. Mereka hanya bisa bersuara di level klub. Ketika mengatasnamakan negara, mereka selalu kalah bersaing dari Brasil, Argentina, Jerman, Italia, Prancis, Inggris, atau Belanda. Bahkan, tak jarang Spanyol pun tunduk kepada negara yang levelnya di bawah mereka, seperti Swedia, Denmark, Bulgaria, atau Rumania.

Kini, masih dengan bintang-bintang seperti Andres Iniesta, Xavi Hernandes, David Villa, dan Fernando Tores, Spanyol menuai hasil. Kehebatan para pemain itu bersama klub seperti Barcelona, Madrid, Valencia, atau Liverpool, berimbas pada prestasi tim nasional. Gaya sepakbola Barcelona meresap ke dalam permainan tim nasional, karena hampir setengah tim inti berasal dari klub itu.

Sejarah dimulai ketika pada 2008 lalu, Spanyol menyuguhkan permainan menarik di ajang Piala Eropa. Tim-tim mapan seperti Italia yang terkenal dengan pola Catenacio-nya, tim Jerman yang bermesin diesel, atau Inggris yang populer lewat gaya kick and rush, takluk kepada tim Matador. Titel juara Eropa pun mereka rengkuh lewat kemenangan-kemenangan meyakinkan dengan gaya tiki taka. Pada Piala Dunia 2010, tuah tiki taka makin menjadi dan mencetak sejarah menggenggam Piala Dunia untuk pertama kalinya buat Spanyol.

Speak Your Mind

*