Tugas 10 Malaikat yang Harus Diketahui

Ilustrasi tugas 10 malaikat
Tugas 10 malaikat itu patut diketahui. Mengimani malaikat ini menjadi salah satu hal yang wajib ada di dalam dada. Mengapa perlu tahu tugas dari para malaikat. Hidup ini tidak hanya sekedar makan, tidur, minum, dan seks. Banyak hal yang perlu diketahui agar otak dan kalbu itu bersih. Bila mempelajari agama hanya sekedar tahu saja, terkadang pengetahuan itu tidak cukup kuat sebagai referensi pengambilan keputusan sehingga ilmu pengetahuan harus ditingkatkan dan ditambah.

Ilmu Wajib

Ilmu Allah Swt itu ada di mana-mana. Tinggal manusia yang memutuskan apakah akan mengambil  ilmu yang manfaat itu atau tidak. Salah satu ilmu yang harus dipelajari adalah tentang malaikat. Jangan salah dalam memahami mahluk yang satu ini. Bila salah, maka bisa saja terjebak ke dalam kesyirikan. Misalnya, orang yang mengaku nabi akan merasa didatangi oleh jibril. Ia akan mengatakan bahwa bentuk jibril itu seperti ini dan seperti itu. Padahal jibril itu sudah tidak lagi menyampaikan wahyu setelah Rasulullah wafat.

Lalu ada video tentang malaikat yang menaungi Ka’bah. Mahluk yang katanya mempunyai sayap ini digambarkan melayang dan terbang di antara para jamaah haji. Padahal malaikat yang terbuat dari cahaya ini mungkin tidak akan bisa dilihat oleh mata telanjang. Jangan-jangan yang terlihat itu adalah jin yang menyerupai malaikat. Kehati-hatian terhadap berita yang beredar di manapun akan menghindarkan manusia dari mempercayai hal-hal yang tidak perlu diyakini ada.

Selanjutnya banyak film yang menggambarkan malaikat turun ke bumi dan seolah menjelma menjadi seperti manusia biasa yang menangguhkan kematian seseorang agar orang itu bisa menuntaskan tugasnya. Padahal tidak seperti itu dan tidak ada penangguhan kematian. Ketika kematian memang telah ditetapkan, maka tidak ada kata ditunda. Kisah dalam film ini membuat pemikiran manusia yang tidak berilmu menjadi semakin terombang-ambing. Untuk itulah, belajar ilmu yang benar itu harus dilakukan dengan benar juga.

Bagi yang tahu apa dan bagaimana malaikat itu, ia tidak akan mudah percaya dengan berita yang tidak benar tentang apa yang dikatakan oleh sumber apapun tentang malaikat. Walaupun malaikat ini adalah mahluk yang tidak berdosa, ternyata di hadapan Allah Swt, manusia tetap mempunyai keistimewaan. Malaikat beribadah kepada Allah Swt dnegan ikhlas karena mereka memang tidak mempunyai nafsu. Sedangkan manusia beribadah kepada Allah Swt itu karena ia sendiri mau dan merasa membutuhkan Allah Swt.

Meningkatkan Keimanan

Beribadah kepada Allah Swt tidaklah cukup hanya dengan menjalankan ibadah yang wajib saja, seperti shalat atau puasa di bulan Ramadhan, tetapi juga harus dibarengi dengan ibadah sunnah. Untuk memahami masalah itu, keimanan adalah kunci utama yang harus dipegang oleh setiap umat Muslim. Keimanan itu turun naik. Ada kalanya hati ini begitu lembut sehingga merasa sangat dekat dengan Sang Khalik. Namun, terkadang iman sedang turun dan tidak mampu merasakan kasih sayang dari Allah Swt.

Agama Islam sebagai rahmatan lil’alamin telah menetapkan bagaimana faktor keimanan adalah kunci utama kokohnya keislaman seseorang. Untuk itulah Islam telah menetapkan adanya rukun iman yang harus dipercayai oleh setiap Muslim. Rukun Iman yang wajib dipercayai oleh setiap Muslim itu ada 6 (enam) perkara, yaitu:

1. Iman kepada Allah
2. Iman kepada Para Malaikat
3. Iman kepada Kitab-Kitab
4. Iman kepada Para Nabi
5. Iman kepada Hari Akhir
6. Iman kepada Takdir yang Baik dan yang Buruk.

Hal ini sesuai dengan firman Allah, “Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan ke barat, tetapi kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari Akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi …” (QS Al-Baqarah, 2: 177).
Juga dilengkapi oleh hadits Nabi saw., “Hendaklah engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari Akhir. Dan engkau beriman kepada takdir Allah, yang baik maupun yang buruk.” (HR Muslim). Keimanan itu akan membuat hati menjadi semakin damai dan menyadari bahwa akhir dari kehidupan ini memang bukan hanya sampai di dunia. Akhir kehidupan itu ada di akhirat.

Betapa meruginya bila melakukan sesuatu hanya mendapatkan keuntungan dunia tanpa ada sedikit pun keuntungan yang diraih bagi akhirat. Agar apa yang dilakukan itu bermanfaat, sudah saatnya menginvestasikan waktu beberapa saat mempelajari apa yang harus diketahui tentang semua rukun iman tersebut termasuk tentunya ilmu tentang  malaikat ini. Tidak ada salahnya mempelajarinya di antara ilmu dunia yang semakin melenakan diri. Masing-masing diri hendaknya memberikan pengaruh yang baik kepada sesama.

Malaikat akan menjadi saksi bagi semua perbuatan yang baik itu. Misalnya, seorang guru menghukum muridnya yang datang terlambat atau yang tidak masuk beberap kali dengan membaca beberapa ayat Al-Quran dan pengertiannya. Hal ini sebagai salah satu langkah agar anak-anak didiknya merasa bahwa Al-Quran itu wajib dimengerti dan diamalkan dan bukan hanya dibaca pada saat-saat tertentu saja. Al-Quran itu adalah tuntunan yang pasti.

Mengenal Malaikat

Salah satu bentuk keimanan itu adalah iman kepada para malaikat. Iman kepada malaikat adalah keyakinan umat Muslim yang kuat bahwa Allah memiliki malaikat-malaikat yang diciptakan-Nya dari cahaya. Malaikat adalah kekuatan-kekuatan yang patuh, tunduk dan taat pada perintah serta ketentuan Allah Swt.

Malaikat berasal dari kata malak (bahasa Arab) yang artinya kekuatan. Mereka adalah hamba-hamba Allah yang dimuliakan karena mereka tidak pernah melanggar dan selalu patuh pada perintah-Nya. Mereka bertasbih siang dan malam tanpa berhenti.  Setiap gerakan di langit dan di bumi, berasal dari para malaikat yang bertugas di sana. Sesuai tugas-tugasnya, para malaikat itu terbagi atas 10 (sepuluh), meskipun jumlah sebenarnya hanya Allah saja yang mengetahui. Dan tugas-tugas 10 malaikat inilah yang harus diketahui oleh setiap Muslim.

Kesepuluh malaikat itu adalah Malaikat Jibril, Malaikat Mikail, Malaikat Israfil, Malaikat Izrail, Malikat Munkar, Malaikat Nakir, Malaikat Raqib, Malaikat Atid, Malaikat Malik, dan Malaikat Ridwan.

Tugas dari 10 Malaikat
Sementara kesepuluh malaikat ini bertugas antara lain:
1. Malaikat Jibril bertugas menyampaikan wahyu Allah kepada nabi dan rasul. Jibril-lah yang menjadi penghubung antara Allah dengan para nabi dan rasul-Nya.
2. Malaikat Mikail bertugas memberi rezeki pada manusia.
3. Malaikat Israfil bertugas meniup terompet sangkakala pada hari Kiamat.
4. Malaikat Izrail bertugas mencabut nyawa manusia. Rasa sakit saat ruh kita dicabut, tergantung dari amal perbuatan kita.
5. Malaikat Munkar dan Nakir bertugas menanyakan dan melakukan pemeriksaan pada manusia di alam kubur tentang amal perbuatan yang mereka lakukan selama di dunia.
6. Malaikat Raqib bertugas mencatat segala amal baik yang dilakukan manusia, sedangkan Malaikat Atid bertugas mencatat segala amal buruk yang dilakukan manusia selama hidupnya.
7. Malaikat Malik bertugas menjaga pintu neraka. Penampilan mereka begitu menyeramkan karena mereka berhadapan dengan manusia-manusia penghuni neraka.
8. Malaikat Ridwan bertugas menjaga pintu surga. Penampilan mereka begitu menyenangkan karena mereka berhadapan dengan manusia-manusia penghuni surga.

Dibandingkan dengan makhluk-makhluk Allah lainnya, malaikat tidak memiliki nafsu dan mereka selalu mendoakan manusia yang berbuat baik pada waktu-waktu tertentu yang telah ditetapkan Allah. Apabila kita telah mengetahui dan memahami tugas malaikat Allah, tentu kita akan lebih beriman lagi.

Manfaat Percaya kepada Malaikat
Percaya atau beriman kepada malaikat sangat bermanfaat bagi umat Islam, beberapa di antaranya adalah:

1. Selalu melakukan perbuatan baik dan merasa malu saat melakukan perbuatan buruk, karena dirinya merasa selalu diawasi oleh malaikat, yaitu malaikat Raqib dan Atid.
2. Berusaha melakukan amalan-amalan ibadah sunnah pada waktu-waktu tertentu seperti pada sepertiga malam, dhuha, hari Jumat, dll karena yakin bahwa pada saat itu ada banyak malaikat yang siap mendoakan kebaikan untuk kita.
3. Sifat-sifat malaikat yang selalu patuh pada Allah dan tidak pernah menolak atau memberontak atas segala perintah membuat kita untuk turut mengikutinya.
4. Betapa mengerikannya berhadapan dengan Malaikat Malik yang menjaga pintu neraka dan betapa menyenangkannya berhadapan dengan Malaikat Ridwan yang menjaga pintu surga, akan membuat kita selalu menjaga amal-amal perbuatan kita yang akan mendekatkan kita pada surga dan menjauhkan kita dari neraka.

Nah, sudah percaya atau berimankah kita pada para malaikat itu?

Speak Your Mind

*