Unika Widya Mandala, Lebih dari 50 Tahun Mengabdi

Ilustrasi universitas widya mandalaJika di Jakarta, kalangan pemuka agama Katholik mendirikan Universitas Atmajaya pada tahun 1960, maka kolega mereka di Surabaya pada tahun yang sama membangun Universitas Katolik Widya Mandala.

Bahkan, mereka juga membuka kampus serupa di Madiun. Tidak hanya sampai di situ, yayasan Widya Mandala juga mendirikan sebuah akademi sekretaris.

Sarat Muatan Sejarah

Universitas Katholik Widya Mandala memiliki latar belakang sejarah yang sangat panjang. Kampus ini nyaris memiliki sejarah yang sama dengan sejumlah perguruan tinggi Katolik lainnya seperti Atmajaya, Parahyangan dan Sanata Dharma.

Kalangan cendekiawan Katolik memiliki kepedulian sangat tinggi terhadap pendidikan, sejak Indonesia belum merdeka. Sejumlah tokoh mereka mendapatkan pendidikan memadai, baik di Hindia Belanda maupun di negeri Belanda.

Para agamawan ini melihat kondisi Indonesia yang masih terbelakang. Untuk menggenjot kualitas dan menyokong kemajuan negara, tak ada jalan lain kecuali membangun pendidikannya.

Itulah sebabnya, pada kongres pemuka Katolik tahun 1950-an, semua peserta sepakat untuk mendirikan perguruan tinggi di berbagai kota. Muncullah kampus Parahyangan di Bandung, Sanata Dharma di Yogyakarta dan Atmajaya di Jakarta. Era tahu 1950-1960-an dianggap sebagai masa kebangkitan pendidikan Katolik di Indonesia.

Lengkap

Meski berlatar belakang agama Katolik, seluruh kampus yang dibangun membuka berbagai fakultas dan terbuka untuk umum. Tidak ada fakultas khusus yang hanya membahas sisi keagamaan saja. Widya Mandala pun demikian, baik yang di Surabaya maupun di Madiun.

Mereka memiliki fakultas yang sangat lengkap mulai dari tehnik, ekonomi, akuntansi, manajemen, psikologi, bahasa & sastra, keperawatan sampai MIPA serta salah satu fakultas yang selalu ada di semua unika yaitu fakultas keguruan/pendidikan.

Seperti kampus unika yang lain, Widya Mandala juga melengkapi kampus dengan fasilitas yang memadai. Hampir semua fakultas yang mengutamakan praktik, memiliki laboratorium yang baik.

Bahkan Widya Mandala juga mengadopsi sistem belajar dan mengajar menggunakan e-learning.  Mereka tidak pernah mau ketinggalan dibanding kampus-kampus yang lain.

Kerjasama Internasional

Selain kegiatan belajar mengajar yang memadai ditunjang oleh fasilitas yang baik, kampus Widya Mandala, terus mengembangkan diri menjadi perguruan tinggi yang mengglobal. Mereka tidak puas hanya berkiprah di tataran lokal saja.

Untuk tujuan tersebut, Widya Mandala melakukan berbagai kerjasama dengan kampus mancanegara. Misalnya dengan Universitas Chiangmai Thailand, bekerjasama di bidang pengembangan dan pengabdian masyarakat.

Lalu dengan Universitas Groningen Belanda, melakukan penelitian bersama. Mereka juga bekerja sama dengan Australia Catholic University, dengan cara pertukaran mahasiswa.

Meski belum menjadi kampus paling top di Indonesia, namun kiprah Unika Widya Mandala tidak bisa dipandang sebelah mata. Bersama sejumlah kampus lain, mereka membuktikan kepada masyarakat dan bangsa bahwa pendidikan teramat penting dan kesadaran itu harus dibangun sejak dini. Sudah 50 tahun lebih mereka berkiprah dan akan terus begitu sampai nanti.

Speak Your Mind

*