Video Xxx: Zina dan Bahaya-bahayanya

Pornografi adalah penggambaran tubuh manusia atau perilaku seksual manusia secara terbuka dengan tujuan membangkitkan birahi (gairah seksual). Sedangkan video xxx (porno) adalah penggabungan gambar yang bergerak dan suara erotik untuk membangkitkan gairah seksual.

Tujuannya tidak lain dan tidak bukan adalah untuk mengundang nafsu seseorang yang melihatnya. Keinginan itulah yang dimanfaatkan oleh seseorang untuk mendapatkan sebuah keuntungan yang besar. Keuntungan yang berupa nilai material duniawi berupa uang atau harta.

Disadari atau tidak kegiatan yang satu ini telah menjadi sebuah ajang bisnis yang memiliki sebuah peluang yang besar. Hasil yang diperoleh dari pengelolaan bisnis ini pun tidak bisa dipandang sebelah mata. Karena telah terbukti mampu menghasilkan uang yang sangat banyak dan melimpah ruah.

Maka tidak heran jika sekarang ini makin banyak saja orang yang ikut-ikutan menjalankan bisnis yang sebenarnya terlarang ini. Bisnis yang memberikan sebuah keuntungan di pihak lain dan kerugian di sisi yang satunya.

Maraknya Film Porno

Video atau film adalah salah satu media hiburan sekaligus alat pendidikan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Indonesia memiliki Lembaga Sensor Film (LSF). Artinya, semua jenis film tidak dapat diputar, kecuali telah lolos sensor LSF. Namun, peredaran film-film porno masih sukar dibendung.

Film telah dijadikan sebagai penghancur norma-norma dan media pendidikan sex yang keliru. Film-film ini dibuat dengan motivasi uang semata. Mereka tidak menghiraukan norma, etika, dan efek-efek negatif lainnya. Mereka hanya memfokuskan pada laba semata.

Tentu kita sudah mengetahui betapa mudahnya untuk mendapatkan film porno entah itu dalam bentuk kepingan VCD atau pun dalam bentuk file hasil pengunduhan di situs porno internet.

Bentuk film porno ini telah banyak beredar di masyarakat kita. Walau pun sejatinya Negara kita melarang adanya pornografi. Namun Negara kita pun juga tak mampu membendung maraknya film porno.

Bahkan saat ini, banyak pula diproduksi film yang sejatinya bukan film porno namun penuh dengan adegan yang mempertontonkan porno aksi atau pun porno grafi. Sebut saja maraknya film bergenre horror yang lebih suka untuk menampakan hal yang berbau seks.

Masyarakat malah sudah paham betul bahwa kebanyakan film horror yang dibuat pastilah mengandung banyak adegan yang tak senonoh. Dan sebaliknya, para produsen film juga tahu betul bahwa masyarakat akan menyukai film dengan adegan porno ini. Sehingga mereka tak enggan untuk terus dan terus memproduksi film ini.

Sebenarnya sebagai sebuah Negara hokum, Negara kita sangat mampu untuk membendung maraknya pornografi ini. Negara tinggal membuat payung hokum atau aturan perundangan yang jelas yang melarang adanya dan beredarnya film porno ini. Atau Negara juga membuat peraturan yang memuat sanksi yang tegas bagi para pelaku di balik maraknya film porno ini.

Selain itu, juga harus dibuat definisi atau arti dari hal porno dengan jelas, entah itu pornografi atau pun porno aksi. Sehingga memang akan terlihat jelas mana yang porno dan mana yang tak orno. Bukan samar-samar seperti yang ada pada saat ini.

Dengan itu maka tentunya maraknya film porno ini dapat dibendung. Tak ada lagi peredaran illegal tentang film porno ini. Semua hal yang berbau porno dapat dijauhkan dari jangkauan masyarakat terutama kawula muda yang masih memiliki pemikiran yang dangkal.

Pemutaran Film-film Tak layak

Kini, gedung-gedung bioskop digunakan sebagai tempat diputarnya pemandangan yang menyinggung perasaan dan akal sehat. Seperti, selingkuh itu nikmat, pergaulan remaja yang memuja kebebasan seks, pemerkosaan, dan hal-hal lain yang jauh dari nilai-nilai pendidikan.

Ada sebagian orang yang meremehkan efek negatif film. Padahal, pendapat tersebut keliru sebab secara tidak disadari pengaruh film meresap ke kepala para penonton. Tanggapan penonton pun akan berbeda-beda sesuai tingkat pendidikan, kecerdasan, dan kematangan berpikir.

Oleh karena itu, para orang tua jangan memberi izin kepada putra-putrinya untuk menonton film seperti itu. Film- film tersebut anka membuat persepsi keliru tentang seks. Para penonton film akan menduga bahwa seks adalah semata-mata hubungan biologis tanpa melibatkan urusan cinta kasih dan tanggung jawab moral kepada Tuhan.

Dampak Maraknya Film Porno

Kebebasan Seks, Membunuh Cinta

Film porno menginspirasi kebebasan seks. Kebebasan seks ini dilakukan dengan cara berganti-ganti pasangan tanpa ikatan penikahan. Tentu saja hal ini akan mematikan perasaan cinta.

Hubungan seks di luar pernikahan biasanya dilakukan diam-diam dan tersembunyi. Idealnya, dua orang yang saling mencintai menghendaki hubungan itu diketahui orang banyak dan tidak berkeinginan untuk menyembunyikannya.

Penyakit Kelamin dan Bahaya-bahayanya

Hubungan seks di luar pernikahan akan mengundang penyakit-penyakit kelamin. Misalnya, syphilis dan gonorrhea (kencing nanah). Kedua penyakit kelamin ini telah banyak tersebar ke seluruh dunia. Syphilis dan gonorhea berasal dari kuman-kuman yang menyerang alat kelamin dan dapat tertular kepada orang lain setelah mengadakan hubungan persetubuhan.

Hal inilah yang paling banyak menjadi dampak dari adanya peredaran video porno yang merajalela. Beredarnya video porno yang sangat banyak dijumpai di tengah masyarakat maka bisa juga berakibat pada terjadinya penyakit kelamin.

Beredarnya penyakit kelamin ini tentunya menjadi sebuah hal yang sangat miris. Karena memang akibat dari penyakit kelamin ini sangatlah banyak baik bagi para penderitanya juga bagi masyarakat secara luas.

Banyak sekali fakta yang kita temui bagaimana kehidupan para penderita penyakit kelamin ini. Karena menag banyak sekali penyakit kelamin yang masih belum didapat penyembuhannya. Sehingga penderitanya akan mengalami kesakitan yang sangat atau pun mengalami masa yang sangat buruk yang harus dilewati dengan merasakan penderitaan karena penyakit kelamin ini.

Hal lain yang menambah parah fakta tentang penyakit kelamin ini adalah mudahnya penyakit kelamin ini untuk ditularkan kepada orang lain yang sehat. Orang yang dalam kondisi sehat bisa dengan mudah untuk tertular jenis penyakit kelamin ini.

Penyakit ini sangat menyakitkan bagi mereka yang terkenda dan menderitanya. Kemungkinan terbesar bisa terjangkit penyakit kelamin adalah seringnya berganti pasangan atau sering melakukan kegiatan seks yang kurang sehat. Kegiatan berganti pasangan dalam melakukan hubungan seks adalah penyebab utama dari penyakit ini.

Mungkin bagi sebagian orang menganggap bahwa hal tersebut adalah sebuah kutukan bagi mereka yang suka melanggar larangan Tuhan. Tentu saja hal tersebu dikatakan demikian karena memang kegiatan seks yang tidak sewajarnya adalah merupakan larangan dari Tuhan Sang Maha Pencipta.

Lahirnya Anak-anak di luar nikah

 

Hubungan seks di luar pernikahan di samping mengundang penyakit kelamin, juga berpotensi melahirkan ‘anak-anak haram’. Seorang anak ‘anak haram’ ketika menghadapi masyarakat akan didera rasa minder karena aib yang telah tercoreng di mukanya sejak ia dilahirkan.

Tentu saja ada pengecualian bagi mereka yang berpandangan luas. Orang-orang tersebut menyadari bahwa seharusnya anak-anak yang lahir dari hubungan haram tidak dilibatkan dengan kesalahan nyata yang dilakukan kedua orang tuanya.

Anak-anak yang lahir dari hubungan haram ini akan selalu kekurangan cinta dan kasih sayang dari orang tuanya. Hal ini akan mempengaruhi perkembangan jiwa anak-anak tersebut. Jadi, berani berbuat harus berani bertanggung jawab.

Kerugian yang biasanya banyak terjadi adalah pada pihak wanita yang sering dijadikan obyek dalam hal ini. Perlakuan yang tidak adil dengan dalih cinta dari seorang lelaki kadang mampu membuat seorang wanita menyerahkan harta berharga miliknya.

Kegiatan yang seharusnya dilakukan di dalam hubungan pernikahan ternyata dilakukan di luar pernikahan. Kebanyakan hal tersebut terjadi karena pengaruh dari media yang sekarang telah berkembang dengan pesatnya. Penyebaran video porno yang sangat mudah didapatkan membuat semua orang bisa melihatnya.

Termasuk juga pasangan muda-mudi yang belum menikah yang sedang dirundung asmara. Keduanya memadu kasih bak layaknya seorang suami istri. Akibat dari seringnya menonton adegan yang ditayangkan dalam sebuah video pornopun menjadi pelajaran yang apik bagi mereka untuk mempraktekkannya.

Ketika semuanya sudah terjadi maka penyesalan baru datang di kemudian hari. Ketika wanita tersebut hamil dan mengandung dari hubungan yang tidak memiliki status yang jelas, maka bisa memberikan kerugian bagi kaum wanita.

Apalagi jika pada saat itu si pihak pria menolah untuk bertanggungjawab atau menolak untuk mengakui apa yang telah ia perbuat maka kerugian lebih besar akan menimpa si wanita malang tersebut.

Begitulah bagaimana video porno atau yang sekarang banyak dikenal dengan sebutan video xxx memberikan dampak negative di masyarakat kita.

Speak Your Mind

*