Waspada Nyeri pada Batang Pelir

Ilustrasi batang pelirTidak banyak orang yang sering membicarakan tentang batang pelir di ruang diskusi terbuka. Namun faktanya, di dunia maya kita menemukan topik seputar batang pelir dalam berbagai bahasan, baik dari segi kesehatan maupun sekadar humor dewasa.

Bahayanya organ vital lelaki ini seringkali hanya dijadikan sebagai alat untuk mendapatkan kepuasan seksual semata dengan mengabaikan kesehatannya.

Berbagai Penyebab Nyeri

Berbagai penyakit dapat menyerang batang pelir di antaranya kanker, priapism (ereksi dalam tempo waktu yang sangat lama), herpes genital, infeksi pada kulup batang pelir yang tidak disunat, peradangan kelenjar prostat, cedera, kutil penis, sifilis, uretris akibat klamida atau gonore, dan aneka penyakit lainnya.

Setidaknya ada 53 macam penyakit yang dapat menyerang batang pelir sehingga menimbulkan sakit atau rasa nyeri pada batang pelir.

Perawatan di Rumah

Rasa nyeri pada batang pelir dapat diredakan dengan mengompresnya menggunakan es. Jika rasa nyeri tidak hilang, penderita perlu segera memeriksakan diri pada dokter terdekat.

Dokter umum dapat membantu penderita jika rasa nyeri akibat penyakit ringan. Dokter umum dapat merujuk penderita ke dokter spesialis kelamin, apabila diagnosanya dirasakan belum cukup.

Apabila rasa nyeri diakibatkan oleh penyakit menular seksual, pasangan (orang yang sering melakukan hubungan seksual dengan penderita) juga harus memeriksakan diri. Dari hasil pemeriksaan juga dapat diketahui, siapa yang membawa penyakit menular seksual tersebut.

Sebab sesuai dengan namanya, penyakit menular seksual cenderung terjadi akibat kontak organ reproduksi sehat dengan organ reproduksi yang telah tertular penyakit.

Antipornografi dan Setia

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Maka dari itu, sebelum terjangkiti penyakit yang dapat membahayakan batang pelir, seorang lelaki hendaklah menjauhkan diri dari segala perilaku yang dapat menjerumuskannya pada freesex.

Salah satunya dengan cara menghindari segala materi pornografi terutama film dan situs pornografi. Bisa jadi, niat iseng belaka menjadi hasrat tak tertahankan sehingga terjerumus melakukan freesex.

Satu hal yang sangat penting adalah berusaha tetap setia pada pasangan resmi. Seorang suami hendaklah memegang teguh ikrar pernikahan yang telah diucapkannya. Istri yang tidak tahu menahu soal penyakit menular seksual dapat tertular penyakit dari suami yang ‘jajan’ di luar.

Bukan tak mungkin pula buah hati tercinta ikut mananggung dampaknya. Dampak buruk penyakit menular seksual bukan hanya pada fisik, tetapi juga psikologis karena masyarakat Indonesia mengangap penyakit menular seksual adalah penyakit kotor, kutukan, dan aib seumur hidup.

Speak Your Mind

*