Waspadai Demam Berdarah Dengue pada Anak

Waspadai terjadinya saat perubahan musim. Genangan air hujan menjadi sarang nyamuk, termasuk nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk ini menimbulkan wabah demam berdarah dengue. Ironisnya, demam berdarah dengue pada anak adalah kasus terbanyak.

Rumah sakit dipenuhi pasien-pasien kecil yang terjangkit demam berdarah. Bahkan saat wabah datang, beberapa rumah sakit terpaksa menyiapkan extra bed untuk menampung pasien yang datang. Mengapa demam berdarah dengue banyak terjadi pada anak-anak?

Pagi dan Siang Hari

Demam berdarah dengue disebabkan gigitan nyamuk betina Aedes aegypti. Darah dibutuhkan sebagai tambahan protein untuk memproduksi telur. Sedangkan jenis nyamuk jantan hanya mengisap nektar bunga dan tanaman lainnya.

Nyamuk menyenangi tempat hidup yang lembab dan gelap. Dia meletakkan telurnya di air bersih yang menggenang. Misalnya di kolam, vas bunga, tempat minum satwa,  tempat penampungan air, dan lain-lain. Karena itu gerakan menutup dan menguras tempat-tempat tersebut sangat penting untuk memutus mata rantai perkembangbiakan nyamuk.

Nyamuk ini juga memiliki masa aktif di pagi dan siang hari. Saat-saat itulah, nyamuk menggigit korbannya dan menyebarkan virus demam berdarah yang ada dalam tubuhnya. Penyakit demam berdarah dengue umum menyerang anak-anak.  Ini terjadi, karena pada saat itulah anak-anak tidak terlindungi. Mereka bermain, sekolah dan beraktivitas seperti biasa.

Jika malam hari, anak tidur terlindungi di kamar. Maka pada pagi dan siang hari relatif mereka tidak terlindungi dari gigitan nyamuk. Apalagi jika lingkungan aktivitas anak adalah lingkungan padat yang lembab, kumuh dan gelap.

Wabah demam berdarah dengue pada anak sekolah juga sering terjadi. Ini karena pada pagi dan siang hari, ketika anak belajar, kaki mereka menjadi sasaran empuk gigitan nyamuk. Kolong meja yang lembab, kurang matahari, dan gelap adalah tempat ideal nyamuk bersarang. Apalagi jika di sekitar sekolah terdapat banyak genangan air.

Gejala Demam Berdarah Dengue pada Anak

Infeksi virus penyebab demam berdarah sifatnya asimtomatik alias tidak jelas gejalanya. Penyakit ini sering terkaburkan dengan penyakit tipus dan flu, dua penyakit yang umum dijumpai pada anak dan orang dewasa.

Data di RSCM menunjukkan pasien demam berdarah dengue pada anak sering memperlihatkan gejala batuk, pilek, mual, muntah-muntah dan diare. Penyakit bisa bertambah parah apabila disertai penyakit sekunder lainnya.

Untuk memastikan, ada baiknya ada baiknya Anda mewaspadai tanda-tanda demam berdarah yang umum terjadi :

  • Panas tinggi hingga 40 derajat Celcius 2-7 hari.
  • Anak mengalami rasa mual, muntah, sakit perut dan diare. Terlebih jika feses atau kotoran berwarna kehitaman. Gejala ini dapat menjadi pertanda terjadinya pendarahan di usus.
  • Anak mengeluh nyeri pada perut kanan bagian atas. Ini terjadi karena hati atau lever yang membengkak.
  • Pendarahan pada kulit berupa bintik-bintik merah. Ini terjadi karena pembuluh darah yang pecah. Pendarahan juga dapat terjadi di gusi dan hidung berupa tanda seperti mimisan.
  • Anak syok dan tidak sadarkan diri pada hari ketiga setelah panasnya mulai reda.
  • Jangan tunggu sampai parah. Bila anak demam lebih dari 2 hari. Segera periksakan ke dokter untuk memastikan penyebab demam anak. Jika dokter mencurigai adanya gejala demam berdarah dengue pada anak, pemeriksaan laboratorium dilakukan untuk memastikannya.

Gejala Demam Berdarah Dengue pada Orang Dewasa

Secara umum, masyarakat Indonesia menggambarkan gejala penyakit ini dengan munculnya bintik merah pada permukaan kulit. Namun, tidak semua orang yang terjangkit penyakit ini akan muncul bintik merah pada permukaan kulitnya sehingga Anda perlu mengetahui gejala lain yang merupakan penyakit demam berdarah dengue. Berikut ini merupakan gejala paling umum yang biasa ditemui pada orang yang terjangkit penyakit demam berdarah :

  • Terjadi demam secara mendadak selama 2 sampai 7 hari dengan suhu sebesar 38 sampai 40 derajat celcius
  • Sakit kepala
  • Nyeri di bagian belakang mata serta pada beberapa bagian otot tubuh
  • Badan pegal-pegal atau nyeri otot, sakit kepala, menggigil, buang-buang air atau muntah.
  • Tulang terasa nyeri
  • Terjadi ruam kulit
  • Sel darah putih berkurang
  • Terdapat tanda perdarahan
  • Uji serologi dengue dinyatakan positif
  • Terdapat orang di sekitar rumah yang juga terjangkit penyakit yang sama
  • Setelah hari ketiga, biasanya demam akan turun dan penderita mungkin merasa sudah sembuh tetapi setelah itu demam bisa menyerang kembali dan penderita sebaiknya berhati-hati agar tidak menganggap sudah sembuh dan tidak menjaga kesehatannya.

Jika gejala-gejala di atas muncul, maka segera periksakan diri ke dokter dan rumah sakit agar segera dilakukan penanganan secara intensif sehingga proses penyebaran penyakit tidak bertahan lama sampai menimbulkan kematian.

Sementara itu, fase demam berdarah diikuti oleh beberapa tahapan, yakni masa inkubasi yang terjadi sekitar 5 sampai 9 hari dengan tahap infeksi sampai munculnya gejala seperti yang sudah disebutkan di atas. Fase yang kedua adalah fase akut, yakni gejala yang muncul selama 1 sampai 3 hari dan fase kritis yang muncul pada hari ke 4 sampai ke 6. Pada tahap fase kritis, seseorang bisa mengalami kebocoran pembuluh darah kapiler yang berakibat pada kematian.

Penyebab Munculnya DBD

Demam berdarah disebabkan oleh virus Dengue. Oleh sebab itulah maka penyakit ini disebut juga dengan Demam Berdarah Dengue yang disingkat menjadi DBD.  Dalam penyakit ini terdapat 4 jenis virus yang bisa membuat beberapa kasus penderita demam berdarah yang satu menunjukkan gejala yang berbeda dengan penderita Demam berdarah lainnya.

Penyakit ini bersifat menular dari satu penderita ke penderita lainnya melalui nyamuk aedes aegypti. Nyamuk ini biasa menggigit pada siang hari dan nyamuk yang mengisap darah dari penderita DBD kemudian menggigit orang lain yang sehat membuat virus tersebut berpindah ke orang yang sehat sehingga menyebabkan orang tersebut menderita Demam Berdarah.

Virus demam berdarah ini menyebabkan terjadinya perdarahan pada bagian organ tubuh yang dijangkitinya. Bintik merah yang muncul pada permukaan kulit si penderita merupakan bukti bahwa bagian organ tubuhnya sudah mengalami perdarahan dan bisa menyebabkan kematian apabila tidak langsung mendapatkan penanganan.

Pemeriksaan Demam Berdarah

Pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter bisa memastikan apakah seseorang memang tejangkit penyakit DBD atau penyakit lain yang memiliki gejala hampir mirip dengan penyakit tersebut. dokter akan mengambil sampel darah pasien dan memeriksa jumlah trombosit yang ada di dalam tubuhnya.

Jika jumlah trombosit mengalami penurunan, maka seseorang tersebut akan didiagnosis terkena penyakit demam berdarah. Akan tetapi, jika demam baru satu hari dan belum bisa diketahui karena jumlah trombositnya masih dalam keadaan normal. Namun, jika jumlah trombosit normal namun positif terjangkit virus dengue, bisa dipastikan bahwa Anda terjangkit penyakit DBD.

Untuk mencegah munculnya penyakit tersebut pada Anda dan keluarga, sebaiknya kuraslah bak mandi atau penampungan air di rumah Anda sekurang-kurangnya seminggu sekali. Setelah itu, upayakan untuk selalu menutup penampungan air dan mengubur berbagai barang bekas yang sudah tidak terpakai. Hal ini perlu dilakukan agar tidak adanya genangan air yang berpotensi menjadi sarana perkembang biakkan nyamuk penyebar virus demam berdarah.

Selain itu, hindari pula menutup gorden pada waktu pagi dan siang hari agar udara yang bersih bisa masuk ke dalam ruangan. Hindari menggantungkan baju dengan jumlah yang banyak agar tidak menjadi sarang nyamuk.

Speak Your Mind

*