Wisata Sejarah dan Budaya

Selain kaya dengan wisata alamnya, Indonesia pun banyak memiliki wisata sejarah dan budaya. Wisata sejarah dan budaya ini tersebar hampir di seluruh wilayah di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Salah satu daerah yang memiliki banyak tempat wisata dan sejarah adalah Bali. Tahukah Anda wisata sejarah dan budaya di Bali? Berikut ini ulasan lengkapnya.

Wisata Sejarah dan Budaya di Bali

Pulau Bali memang dikenal karena pemandangan alamnya yang sangat luar biasa dan tak ada bandingannya dengan tempat-tempat lainnya di dunia. Ya, daya tarik utama Pulau Bali adalah pemandangan alamnya seperti Pantai Kuta yang sangat terkenal di dunia. Inilah yang dinikmati oleh sebagian besar wisatawan yang berlibur ke Pulau Bali.

Tak hanya itu, wisata budaya dan sejarah di Bali pun menjadi salah satu bagian penting dalam dunia indistri pariwisata di Pulau Bali. Budaya khas Bali sangat dikenal dengan ketahanannya yang cukup dinamis. Oleh karena itu, tak lengkap rasanya jika berlibur ke Bali tanpa menjelajahi wisata sejarah dan budayanya.

Masyarakat Pulau Bali dikenal mempunyai komitmen untuk selalu melindungi kesucian budayanya. Nah, berikut ini beberapa tempat wisata budaya dan sejarah di Bali.

1. Tirta Gangga – Taman Air Kerajaan

Tirta Gangga adalah sebuah taman air kerajaan yang dimiliki oleh Kerajaan Karangasem. Taman air kerajaan yang dibangun di tengah sawah dan dikelilingi dengan perbukitan hijau ini berada di Desa Ababi atau berjarak sekitar 6km utara Amlapura, ibukota Kabupaten Karangasem. Jika dari Kota Denpasar, Tirta Gangga ini berjarak sekitar 83km.

Pada 1948, taman air ini dibangun atas prakarsa dari Raja Karangasem,yaitu Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem. Jika dilihat sepintas, taman air Tirta Gangga ini dibangun dengan gaya arsitektur Bali dan Cina.

Sebelum dijadikan taman air, sumber air di tempat ini memang sudah ada sejak lama. Sumber air ini dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk kebutuhan air minum. Selain itu, sumber air ini pun dipercaya sebagai air suci yang dapat memurnikan semua energi negatif di sekitar daerah tersebut.

Saat memasuki taman ini, para pengunjung dapat melihat sebuah kolam yang dihiasi dengan bebatuan dekoratif di sekitarnya. Sementara itu, bebatuan lainnya dijadikan sebagai jembatan. Di tengah-tengah kolam, berdiri anggun patung dewa dan dewi.

Di dalam kolamnya, para wisatawan dapat menyaksikan ikan mas yang sedang berenang. Sisik-sisik ikan ini bersinar layaknya cahaya matahari yang terpantul ke dalam air kolam. Tempat ini termasuk dalam tingkat Swah. Di tingkat ini, selain terdapat dua kolam hias, ada juga kolam renang. Di kola mini, para penduduk lokal dan para wisatawan dapat berenang menikmati mata ai yang dingin.

2. Taman Ujung – Istana Air bagi Raja

Taman Ujung merupakan sebuah situs warisan dari Kerajaan Karangasem yang beberapa waktu lalu dipugar kembali bersamaan juga dengan pemugaran berhektar-hektar taman serta dua kolam besar di sekitarnya. Di taman ini, kita semua dapat menyaksikan keindahan lautan biru Bali Timur dan panorama Gunung Agung yang dikelilingi perbukitan luas.

Taman Soekasada Ujung yang dikenal juga sebagai Istana Air Ujung atau Taman Ujung ini terletak di kawasan paling timur Kabupaten Karangasem, tepatnya di Desa Tumbu. Dari Kuta, taman ini dapat ditempuh dalam waktu sekitar dua jam lebih.

Istana air ini memang pada awalnya dibangun bagi raja dan dimanfaatkan untuk menyambut tamu-tamu penting atau para raja dari kerajaan lain. Selain itu, istana ini pun dijadikan sebagai tempat rekreasi raja-raja dan keluarga kerajaan.

Pada zaman dulu, taman-taman ini adalah tempat bersantai istri raja dan anak-anaknya. Kini, tempat ini terasa sepi dan hanya diisi dengan kekosongan. Di sisi lain, para wisatawan lokal dan mancanegara yang berkunjung ke sini terlihat sibuk mengabadikan keindahan di istana ini atau hanya sekadar menikmati suasana tenang.

Kawasan wisata Taman Ujung ini memiliki arsitektur gaya Bali dan Eropa. Di puncak bukitnya, terdapat sisa-sisa bangunan dengan gaya khas Bali yang dipenuhi ukiran di dinding. Di bagian lainnya, berdiri paatung badak dan banteng yang besar. Nah, di tempat inilah, para wisatawan bisa menikmati pemandangan laut biru, hutan yang hijau, dan yang pasti keperkasaan Gunung Agung.

3. Patung Catur Muka – Landmark Kota Denpasar

Patung Catur Muka merupakan patung yang menggambarkan Dewa Brahma. Patung yang berdiri pada persimpangan jalan di depan kantor Walikota Denpasar ini disebut catur muka (empat wajah) sebab memang mempunyai empat wajah. Empat wajah dari patung ini menghadap ke arah empat penjuru mata angin.

Patung Catur Muka ini dibuat pada 2973 oleh I Gusti Nyoman Lempad, seorang seniman terkenal dari Desa Ubud. Patung granit cukup besar dengan tinggi 9 meter ini mempunyai empat wajah yang masing-masing mengarah ke arah Jalan Surapati, Jalan Udayana, Jalan Veteran, dan Jalan Gajah Mada.

Empat wajah di patung ini juga dianggap sebagai simbolisasi kekuasaan Tuhan. Wajah pertama menyimbolkan bahwa Tuhan itu maha besar. Wajah kedua menyimbolkan bahwa Tuhan adalah raja dari segala raja-raja di seluruh dunia. Sementara itu, wajah ketiga menyimbolkan bahwa Tuhan itu tidak mengenal lelah serta tak pernah berhenti bekerja.

Kini, Patung Catur Muka ini dijadikan pusat aktivitas warga Denpasar seperti berbagai festival dan acara-acara lainnya. Festival yang paling terkenal di sini adalah Denpasar Festival. Selain itu, di sekitar patung, para wisatawan dapat mengunjungi tempat menarik lainnya seperti Museum Bali, Pura Jagatnatha, Pasar Tradisional Kumbasari, dan Lapangan Puputan Badung.

Jadi, kunjungi Patung Catur Muka. Lanmark Kota Denpasar ini dapat dijadikan tujuan liburan Anda di Pulau Bali.

3. Kerta Gosa – Warisan Budaya yang Unik dan Menarik

Taman Gili Kerta Gosa yang dibangun pada 1686 oleh Dewa Agung Jambe ini adalah salah satu situs warisan budaya paling menarik di Pulau Bali. Situs ini berbentuk bangunan terbuka atau bale dan termasuk bagian dari kompleks Puri Semarapura.

Kerta Gosa ini berada di tengah kota Kabupaten Klungkung dan sudah direnovasi oleh pemerintah setempat sebagai bagian dari pelestarian budaya. Di dalam tembok yang dipenuhi ukiran tradisional Bali ini berdiri dua bangunan tinggi, yaitu Bale Akerta Gosa dan Bale Kambang. Bale Akerta Gosa ini berada di sudut kanan setelah pintu masuk, sedangkan Bale Kembang berada di tengah yang juga dikelilingi oleh kolam.

Selain keunikan arsitektur bangunannya, Kerta Gosa pun memiliki keunikan lain berupa lukisan tradisional bergaya Kamasan yang menutupi langit-langit bale. Kamasan adalah nama desa di Kabupaten Klungkung yang terkenal dengan lukisan wayangnya.

Nah, sebagai tema lukisan, lukisan Kamasan ini umumnya mengambil epik seperti Mahabrata atau Ramayana. Biasanya, lukisan Kamasan ini banyak dijumpai di berbagai pura di Bali yang dijadikan sebagai hiasan penuh arti. Lukisan Kamasan di langit-langit Kerta Gosa ini awalnya dibuat di atas kain. Tapi, pada 1930, dilakukan pemugaran dan dicat pada eternit.

Pada umumnya, lukisan-lukisan ini menggambarkan berbagai pelajaran rohani yang sangat berharga. Bila dilihat secara lebih detail, lukisan di masing-masing langit mengisahkan cerita berbeda-beda. Ada yang mengisahkan tentang reinkarnasi dan karma. Ada juga yang menggambarkan seluruh fase kehidupan manusia dari lahir sampai kematian.

4. Puri Agung Pemecutan

Bali memang kaya akan kerajaan. Bahkan, Bali mempunyai kerajaan lebih banyak dibandingkan daerah lainnya di dunia. Salah satu kerajaan di Bali adalah Puri Agung Pemecutan. Istana ini berada di Jalan Thamrin dan berdekatan dengan Pasar Badung sebagai pasar tradisional utama di Kota Denpasar.

Bangunan Puri Agung Pemecutan ini didominasi oleh bata merah tradisional yang masih kokoh berdiri di antara kemegahan bangunan modern di sekitarnya. Para wisatawan yang ingin menikmati arsitektur kuno Puri Agung Pemecutan diperbolehkan memasuki kompleks istana. Mereka semua sangat terpesona dengan keindahan arsitektur kuno tersebut.

Nah, itulah berbagai tempat wisata sejarah dan budaya di Pulau Bali. Selamat berlibur di Bali!

Speak Your Mind

*